PSM Tumbang 0 -1 dari Persebaya, Tomas Trucha: Sia-sia Waktu di Lapangan
Ansar February 26, 2026 02:04 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha merasa timnya menyia-nyiakan waktu saat kalah dari Persebaya Surabaya.

Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu tak melihat semangat, energi dan keinginan berduel dari skuad PSM Makasaar.

Tim Juku Eja pun harus mengakui keunggulan 0-1 Persebaya Surabaya pada pekan 23 Super League 2025/2026.

Gol kemenangan Persebaya dicetak Gali Freitas di menit 27.

PSM Makassar bersua Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026) malam.

Hasil tersebut membuat PSM Makassar kembali menelan tiga kekalahan beruntun.

Akibatnya, posisinya tak beranjak dari urutan 13 dengan 23 poin.

Justru, Yuran Fernandes cs berpotensi turun di tangga klasemen kalau Madura United menang di laga lainnya.

Sedangkan Persebaya mengamankan posisi lima dengan 38 poin.

"Terkait laga kita sia-siakan waktu di lapangan. Tidak ada energi kita tunjukkan, tidak ada lari diperlihatkan di lapangan," kata Tomas Trucha saat konferensi pers usai laga.

Padahal dari segi persiapan taktik, Tomas Trucha mengaku timnya telah mengetahui kekuatan Persebaya.

Mulai dari siapa akan dimainkan, bagaimana Persebaya bermain, semua telah dibicarakan.

Namun, satu gol jadi penentu.

Ia pun harus memberikan selamat atas kemenangan Persebaya.

Di lain sisi, PSM Makassar pulang tanpa poin dari lawatan di Surabaya.

"Kita pulang dengan tangan kosong. Kita mulai bekerja mempersiapkan diri ke pertandingan selanjutnya," tutur mantan Pelatih Penang FC ini.

Kendati menghadapi rentetan hasil buruk, Tomas Trucha masih optimis Laskar Ayam Jantan dari Timur bisa bersaing di Super League.
 
"Saya bisa melihat tim yang saya latih sekarang bisa berkompetisi dengan tim mana pun yang ada di liga ini," ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa pertandingan PSM Makassar sebelumnya bermain baik.

Perlawanan sengit diberikan anak asuhnya ketika menghadapi Persija Jakarta, Malut United, Borneo Samarinda FC dan Persib Bandung.

Namun, hasil diinginkan tidak kunjung datang.

Padahal, pemain telah bekerja keras di latihan.

Bahkan, di pertandingan menciptakan peluang.

"Kita merasa frustasi atas hasil ini," ucap pelatih mirip perawakan mantan juru taktik Liverpool Jurgen Klopp ini.

Tomas Trucha menyebut, PSM Makassar bukanlah tim yang mudah dikalahkan dengan skor telak.

Ada tim di Super League keok dengan skor 3-1, 3-0 dan 4-0.

"Kita bukan seperti itu," sebutnya.

Tomas Trucha mengaku semua orang dalam timnya merasakan sakit sekarang atas hasil didapatkan.

Namun, ia tak ingin terus meratapi hal tersebut.

Baginya, ini menjadi pelajaran berharga menatap pertandingan terdekat.

"Kita harus melihat ke depan. Kita ambil pertandingan ini menjadi pelajaran, tamparan keras bagi kita," akunya.

Penyerang PSM Makassar Luka Cumic mengakui performa timnya kurang bagus di babak pertama.

"Harusnya kita berikan energi lebih di pertandingan," katanya.

Di babak kedua, sambung dia, PSM Makassar berusaha mencari gol penyeimbang.

Akan tetapi, gol dinanti tak kunjung datang hingga peluit panjang dibunyikan.

Luka Cumic berjanji memberikan kemenangan untuk klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) di laga selanjutnya.

"Laga selanjutnya berikan 100 persen untuk memenangkan pertandingan," tegasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.