BOLASPORT.COM - Kapten Inter Miami dan Timnas Argentina, Lionel Messi, mengungkapkan satu penyesalan terbesarnya sewaktu masih muda.
Nama Messi telah dikenal luas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia saat ini.
Kariernya terbilang cemerlang baik di level klub dan tim nasional.
Ia telah menjadi sosok fenomenal dengan memegang rekor koleksi trofi terbanyak sebagai pesepak bola dengan torehan 48 gelar.
Sekumpulan trofi seperti Liga Spanyol (10 gelar), Liga Champions (4), Liga Prancis (2), Copa del Rey (7), Piala Super Eropa (3), Leagues Cup (1), hingga Piala MLS (1) telah dimenangkannya di level klub.
Sementara di level internasional bersama Timnas Argentina, Lionel Messi mengamankan Piala Dunia (1 trofi), Finalissima (1), Copa America (2), hingga medali emas Olimpiade (1).
Untuk penghargaan individu, Messi berhasil memborong trofi Ballon d'Or sebanyak 8 kali.
Pencapaian hebat yang mengikuti pemain berusia 38 tahun itu digapai bersama Barcelona, PSG, dan Inter Miami.
Namun, siapa sangka jika Messi memiliki satu penyesalan terbesar dalam kariernya.
Pemain kelahiran Rosario, Argentina, tersebut mengakui bahwa dirinya menyesal tidak belajar bahasa Inggris sewaktu masih muda.
Lionel Messi diketahui menghabiskan sebagian besar kariernya di Barcelona.
Ia sempat pindah ke PSG pada musim panas 2021 dan bermain di Prancis selama 2 tahun sebelum akhirnya hengkang ke Amerika Serikat pada musim panas 2023.
Sejak saat itu, Messi bermain untuk Inter Miami di kompetisi elite Negeri Paman Sam, Major League Soccer (MLS).
Berkompetisi di MLS tentunya menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan bagi Messi.
Itu tak lepas dari bahasa Inggris di kompetisi tersebut sebagai alat komunikasinya.
Maklum saja, Messi diketahui berkomunikasi dengan bahasa Spanyol mengingat itu bahasa ibunya ditambah kariernya cukup lama di Negeri Matador sejak debut di tim utama Barcelona pada 2004.
Kemampuannya berbicara dalam bahasa Inggris menjadi salah satu pertanyaan beberapa pihak sewaktu memilih berkarier di MLS.
Lionel Messi hanya beberapa kali terlihat berbicara bahasa Inggris.
Itu pun untuk keperluan iklan, tetapi momen berkomunikasi dengan wasit pada laga MLS juga mulai terlihat baru-baru ini.
Dalam wawancaranya baru-baru ini dalam podcast Miro De Atras, Messi mengungkapkan penyesalan terbesarnya adalah tidak belajar bahasa Inggris saat masih muda terutama saat masih sekolah.
Pemilik 196 caps Timnas Argentina itu merasa agak bodoh karena ketidakmampuannya dalam berkomunikasi lewat bahasa Inggris saat berjumpa dengan sosok-sosok gebat dan luar biasa.
"Tidak belajar bahasa Inggris saat masih kecil," ucap Messi.
"Saya punya waktu untuk belajar setidaknya bahasa Inggris, tetapi saya tidak melakukannya, dan saya sangat menyesalinya."
"Kemudian saya mendapati diri saya berada dalam situasi di mana saya bersama orang-orang yang luar biasa dan menakjubkan."
"Saya bisa saja berbincang dengan mereka, tetapi malah merasa seperti orang yang tidak tahu apa-apa..."
"Saya selalu berpikir bahwa betapa bodohnya saya, betapa saya membuang-buang waktu."
"Saat muda, Anda tidak menyadarinya. Hari ini itulah yang saya katakan kepada anak-anak saya betapa pentinnya memiliki pendidikan yang baik, belajar, dan mempersiapkan diri dengan baik."
"Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkan kesempatan yang datang."
"Mereka berada dalam situasi yang berbeda dari yang saya alami, kendati saya tidak pernah kekurangan apa pun," imbuhnya.
Terlepas dari tantangan berbicara bahasa Inggris yang dihadapinya, Lionel Messi telah berhasil memimpin Inter Miami untuk meraih kesuksesan.
Messi membantu The Herons memenangkan Piala MLS musim lalu untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Kesuksesannya itu melengkapi pencapaian sebelumnya saat memboyong Leagues Cup dan Supporter's Shield.
Messi juga dinobatkan sebagai MVP di MLS dalam dua musim beruntun.
Namun, awalan musim baru pada edisi 2026 tampak berat baginya usai Inter Miami kalah 0-3 dari LAFC pada pertandingan perdana MLS.