Jadwal Lengkap Jam Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia Berdasarkan WIB, WITA dan WIT
Faiz Iqbal Maulid February 26, 2026 03:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Fenomena langit langka akan kembali menghiasi cakrawala Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026.

Fenomena itu yakni Gerhana Bulan Total (GBT).

Peristiwa ini menjadi salah satu momen astronomi yang paling ditunggu masyarakat karena Bulan akan tampak berwarna merah gelap atau dikenal dengan istilah Blood Moon.

Menurut jadwal BMKG, gerhana akan berlangsung sejak sore hingga malam hari dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua.

Gerhana Bulan Total kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H, sehingga selain menjadi tontonan alam, juga akan diiringi dengan pelaksanaan Salat Gerhana (Khusuf) di berbagai masjid.

Puncak gerhana diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.34 WIB, ketika Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi.

Dengan durasi total lebih dari lima jam, masyarakat memiliki kesempatan luas untuk menyaksikan fenomena ini, asalkan cuaca mendukung.

• DAFTAR Amalan Sunnah Saat Terjadi Gerhana Bulan Perbanyak Dzikir dan Istighfar

Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Gerhana Sebagian mulai: 16:50:00 WIB / 17:50:00 WITA / 18:50:00 WIT.

Gerhana Total mulai: 18:04:26 WIB / 19:04:26 WITA / 20:04:26 WIT.

Puncak Gerhana: 18:33:37 WIB / 19:33:37 WITA / 20:33:37 WIT.

Gerhana Total berakhir: 19:02:45 WIB / 20:02:45 WITA / 21:02:45 WIT.

Gerhana Sebagian berakhir: 20:17:10 WIB / 21:17:10 WITA / 22:17:10 WIT.

Daftar Wilayah di Dunia Bisa Lihat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Terlihat Sepanjang Malam: Wilayah Samudra Pasifik.

Terlihat Malam Hari: Asia Timur dan Australia.

Terlihat Dini Hari: Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagian barat Amerika Selatan.

Tidak Terlihat: Wilayah Afrika dan Eropa.

• LINK Live Streaming Fenomena Gerhana Bulan Total Mulai 23.00 WIB Malam Ini! Lengkap Apa Itu GBT?

Apa Itu Fenomena Gerhana Bulan Total?

Gerhana bulan total adalah fenomena langit yang terjadi ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam satu garis lurus sempurna.

Di kala ini, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Saat Bulan berada di fase purnama, ia biasanya menerima cahaya penuh dari Matahari.

Namun, jika posisi ketiga benda langit sejajar, Bumi menghalangi cahaya Matahari sehingga tidak sampai ke Bulan.

Karena cahaya Matahari dibelokkan oleh atmosfer Bumi, Bulan tetap terlihat, tapi dengan warna kemerahan alhasil fenomena ini dikenal sebagai Blood Moon.

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.