SRIPOKU.COM – Sebanyak 19 pemain diberangkatkan via Bus Sriwijaya FC dari Mess homebase di Sawangan, Depok, Jawa Barat menuju Palembang, Kamis (26/2/2026) pagi.
"Sebanyak 19 pemain habis sahur ini jalan pakai bus Sriwijaya FC menuju Palembang," ungkap Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com.
Keberangkatan Laskar Wong Kito di bawah asuhan head coach Iwan Setiawan ini untuk menjalani Derby Sumsel Pegadaian Championship 2025/26 bertandang ke markasnya Sumsel United yang akan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Anggoro Prajesta yang juga CEO PT Digi Sport Asia mengaku sebelumnya sempat hitung-hitungan terkait budget dan faktor lainnya dalam rencana memberangkatkan para pemain Sriwijaya FC ke Palembang. Bahkan Anggoro tadinya sempat merencanakan berangkat via pesawat pada hari Jumat pagi.
"Bus Sriwijaya FC simbol perjuangan," ujarnya.
Sebelumnya Anggoro Prajesta juga optimis tim Sriwijaya FC di putaran ketiga yang sudah mengalami perubahan baik dari segi materi pemain maupun program dari tim pelatih ini akan tampil lebih baik dari Elang Andalas di putaran sebelumnya.
Derby Sumsel antara Sriwijaya FC dan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB, bukan sekadar duel gengsi. Pertandingan ini bisa menjadi titik balik sejarah: laga penentu nasib Laskar Wong Kito yang terancam terdegradasi ke Liga 3.
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Anggoro Prajesta menegaskan skuad Sriwijaya FC bakal fight 100 persen berjuang untuk memenangkan laga Derby Sumsel melawan Sumsel United nanti.
Anggoro Prajesta yang juga CEO PT Digi Sport Asia juga menegaskan nasib Sriwijaya FC bakal terdegradasi tidaknya bukan di tangan lawannya nanti Sumsel United, melainkan melalui perjuangan sendiri.
"Yang pastinya nasib kita ditentukan diri kita sendiri, bukan oleh Sumsel United. Tim Sriwijaya FC akan berjuang hingga akhir nanti dengan keringat sendiri," tegas Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com.
Seperti diketahui di putaran pertama laga tanpa penonton, saat Sumsel United menjadi tuan rumah ditahan imbang Sriwijaya FC dengan skor 1-1.
Di putaran kedua saat Sriwijaya FC menjamu Sumsel United dan disaksikan ribuan penonton, Elang Andalas keok dengan skor 0-5.
Saat ini di putaran ketiga, Sriwijaya FC yang telah pindah homebase ke Bekasi, Jawa Barat, akan melakoni Derby Sumsel laga ke-21 sebagai tim tamu menghadapi Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
Kekalahan 0-1 dari Persikad Depok di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (20/2/2026) malam, membuat posisi Sriwijaya FC semakin terpuruk di klasemen Grup Barat Liga Championship 2025/2026.
Hingga memasuki laga ke-20, Laskar Wong Kito belum sekalipun meraih kemenangan.
Dari seluruh pertandingan yang dijalani, tim kebanggaan Sumatera Selatan itu hanya mampu mengumpulkan dua poin.
Catatan tersebut menjadi rekor negatif sepanjang kiprah Sriwijaya FC di kompetisi Liga Indonesia.
Secara matematis, ancaman degradasi semakin nyata. Jika kembali menelan kekalahan saat menghadapi Sumsel United pada Sabtu (28/2/2026) malam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, maka Sriwijaya FC dipastikan turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Baca juga: Husnuzhon Pulih, Sriwijaya FC Siap Ledakkan Derby Sumsel
Jika kalah lawan Sumsel United, Sriwijaya FC akan menyisakan 6 laga sisa Liga 2. Andaikan SFC berhasil meraup semua poin di sisa laga, makan Sriwijaya FC hanya mengemas 20 poin.
Sementara Persekat Tegal yang berada di zona play off degradasi kini telah mengemas 19 poin dan menyisakan 7 laga.
Meski hasil belum berpihak, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, tetap melihat adanya perkembangan dalam performa timnya.