Balita Tewas Mengapung di Saluran Irigasi Bukateja Purbalingga, Hilang saat Kakek Petik Jambu
rika irawati February 26, 2026 10:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Seorang balita berinisial MAM (3) ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Bandjar Tjahjana Werken (BTW), Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (25/2/2026).

Korban lepas dari pengawasan orang dewasa saat ikut sang kakek, Nurhadi, pergi ke kebun jambu sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat Nurhadi sedang memetik jambu, korban diduga pergi ke luar area kebun hingga mendekati saluran irigasi.

Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya anak tenggelam dan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca juga: Kandang Berikut Ribuan Ayam Terbakar di Bukateja Purbalingga, Kerugian Hampir 1 M

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Purbalingga kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi.

"Selanjutnya, bersama tim medis Puskesmas Kutawis, melakukan pemeriksaan jenazah korban," ujarnya.

Menurut keterangan yang dihimpun, kakek korban sempat kebingungan ketika tidak lagi melihat cucunya di sekitar kebun.

Ia kemudian bersama warga sekitar melakukan pencarian di sepanjang saluran irigasi.

Tidak lama kemudian, mereka menemukan korban dalam kondisi mengapung di saluran irigasi yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebun jambu.

Korban kemudian dievakuasi warga dan sempat diberikan pertolongan.

"Saat ditemukan, korban sempat dievakuasi dan diberikan pertolongan oleh warga."

"Namun, setelah diperiksa tim kesehatan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," kata Dono, Kamis (26/2/2026). 

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur 47 Desa di Purbalingga Tahun 2027 Lewat Dana Aspirasi

Kapolsek menambahkan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Kami mengimbau kepada orangtua agar lebih mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih berusia balita agar kejadian serupa tidak terulang," terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.