Polisi Amankan Ayah dan Anak Terkait Meninggalnya Siswi SMP di Sikka NTT
Gordy Donovan February 26, 2026 11:40 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Seorang ayah dan anak diduga menjadi terduga pelaku meninggalnya STN, Siswi SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. 

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sikka mengamankan dua orang diduga terkait kematian tak wajar tersebut. 

Pelarian keduanya berakhir di dua lokasi berbeda setelah sempat meninggalkan Desa Rubit pasca hilangnya korban.

SG (ayah), dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. 

Baca juga: Kasus Tewasnya Siswi SMP di Sikka, Polisi Duga Alami Penganiayaan Berat

Diamankan di Ende

Sementara itu, FRG (anak), diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.

"Ini informasi dari Polisi, dua itu, bapa dan anak,"jelas Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, Kamis (26/2/2026).

Kini, kedua terduga pelaku diamankan di Mapolres Sikka untuk penyidikan lebih lanjut. 

Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, belum memberikan keterangan terkait detail penangkapan karena pihak reskrim masih melakukan serangkaian upaya penyelidikan. 

"Pihak reskrim masih melakukan serangkaian upaya penyelidikan agar mendapatkan hasil yang baik. Akan kami berikan ket resmi setelah penyelidikan selesai dilakukan,"ujarnya. 

Diketahui, korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat (20/2/2026).

Setelah pencarian selama empat hari, warga dikejutkan dengan penemuan jasad korban di aliran Kali Watuwogat pada Senin (23/2/2026) siang.

Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban, Keluarga berharap pihak kepolisian dapat bekerja transparan dan segera mengungkap motif di balik tindakan keji tersebut. 

Kronologi Kejadian

Kejadian itu bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, saat STN pergi ke rumah salah satu kerabat untuk mengambil gitar miliknya yang dipinjam. 

Hingga pukul 20.00 Wita, korban belum kembali.

Keluarga berupaya mencari ke kerabat dan tetangga, namun tidak menemukan korban. 

Laporan kehilangan kemudian dibuat ke Polsek Kewapante pada Minggu (21/2/2026) dan polisi bersama keluarga melakukan pencarian.

Pencarian membuahkan hasil di Kali Watuwogat setelah tercium bau menyengat. Jasad korban ditemukan tertimbun di bawah tumpukan rumput, kayu, dan bambu yang dipalang.

Hingga kini, polisi masih menindaklanjuti kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian STN dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
(awk) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.