Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, berdialog dengan nelayan Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (26/2/2026), dalam peninjauan Calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menteri KKP didampingi Bupati Juventus Prima Kago dan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam arahannya kepada nelayan, Trenggono menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk melakukan penataan menyeluruh.
“Akan diteliti seperti apa bisa jadi di sini jadi hub, lalu yang lainnya adalah sebagai penunjang,”ujar Trenggono.
Baca juga: Nelayan Wuring Minta Bantuan Kapal Fiberglass ke Menteri KKP, Ali: Perahu Rusak
Ia menekankan bahwa hasil penataan nantinya akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Tapi yang pasti hasilnya nanti yang kita lakukan di luar bayangan bapak-bapak semua. Nanti akan jadi sangat-sangat bermakna dan bagus,” katanya.
Terkait fasilitas pendukung, Menteri Trenggono menyoroti pentingnya penyediaan pabrik es yang sesuai standar perikanan laut.
“Lalu kemudian seluruh fasilitas yang ada. Jadi ada pabrik es yang sesuai untuk kepentingan ikan laut. Jadi kalau ikan laut dikasih esnya itu es balok, pasti kualitasnya kurang bagus,” ujarnya.
Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menurunkan tim teknis untuk memastikan perencanaan tepat sasaran.
“Akan kita turunkan tim semua yang betul-betul memahami untuk membantu Bapak,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan bantuan kapal kepada nelayan.
“Lalu berikutnya kita akan memberikan bantuan kapal. Bapak sebaiknya fiber, pasti kapalnya fiber, yang keseluruhannya kira-kira 5 GT. Jadi ini yang akan kita berikan bantuannya,” kata Trenggono.
Ia menambahkan, jumlah bantuan akan dibahas bersama pemerintah daerah.
“Nanti jumlahnya berapa, saya akan diskusikan untuk disesuaikan. Jadi nanti tolong disesuaikan saja,” ujarnya.
Trenggono berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas nelayan dalam waktu relatif singkat.
“Mudah-mudahan dengan bantuan-bantuan ini nanti bisa dikelola dengan baik, bisa meningkatkan produktivitas. Jadi kalau sekarang situasinya seperti ini, barangkali enam bulan lagi akan berubah menjadi bersih, bagus,” katanya.
Ia juga berharap kawasan tersebut dapat berkembang sebagai destinasi berbasis pesisir.
“Yang kemudian juga orang luar bisa datang untuk melihat sebagai sebuah daerah yang berkembang dengan wisata. Itu yang kita harapkan. Daerah wisatanya tentu diharapkan akan berkat, produktivitasnya juga,” ujar Trenggono.
Menutup arahannya, ia menyebut konsep besar yang tengah disiapkan pemerintah.
“Kampung Nelayan. Kalau tadi sederhana, yang kita mau berikan banyak sebetulnya. Nanti dengan Pak Bupati, seluruh wilayah Maumere, saya kira, untuk kemudian dievaluasi desa-desa nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut,” tuturnya.