Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan salah satunya melalui pengembangan ekonomi dan industri budaya.
Sekaligus untuk membuka ruang lahirnya talenta-talenta kreatif termasuk di kawasan Bengkulu melalui Benteng Marlborough lewat berbagai bidang, seperti seni pertunjukan, musik, film, sastra, dan seni rupa.
“Kondisi benteng ini masih sangat terawat dan memiliki pemandangan yang sangat indah menghadap ke laut. Dengan berbagai peristiwa sejarah penting yang dimilikinya, kawasan ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, pusat budaya, serta ruang aktivasi untuk pameran seni rupa, seni pertunjukan, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dalam kunjungan kerja ke Bengkulu, ia mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang terawat dengan baik serta nilai historisnya yang sangat penting. Dia menilai benteng ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kebudayaan yang strategis, baik sebagai ruang edukasi, penguatan identitas sejarah, maupun penggerak ekosistem pariwisata budaya di Bengkulu.
Ia menjelaskan bahwa Bengkulu memiliki posisi strategis dalam sejarah, baik pada masa kolonial Inggris maupun Belanda. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris, sebelum kemudian berada di bawah kekuasaan Belanda hingga tahun 1940.
Dinamika sejarah tersebut, termasuk peristiwa pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka, menjadi modal penting untuk memperkuat narasi wisata sejarah dan budaya di daerah ini.
Dalam konteks pengembangan pariwisata budaya, Menteri Kebudayaan juga mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan dan festival budaya yang melibatkan generasi muda. Ia menilai, dengan dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik serta promosi yang konsisten, Bengkulu memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya nasional.
“Tak hanya event, diperlukan juga promosi yang masif dan terukur guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang datang ke sini,” tambahnya.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi pun mengapresiasi saran dari Menteri Kebudayaan serta akan menindaklanjutinya.
"Banyak gagasan yang bisa kita tindak lanjuti untuk kemajuan sektor pariwisata dan budaya Bengkulu. Kami mohon dukungan agar rencana ini dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan kolonial Inggris yang berlokasi di Kota Bengkulu yang dibangun pada kurun waktu 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Saat ini, pengelolaan Benteng Marlborough berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.







