Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Ende hingga saat ini belum memiliki dokter.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peran dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dokter di puskesmas tidak hanya berperan dalam pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Maria Avelina Pani, menjelaskan, hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum.
“Untuk puskesmas masih sekitar lima yang belum ada dokter umum. Sementara dokter gigi di puskesmas hanya ada empat orang,” jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Adapun sejumlah puskesmas yang mengalami kekosongan dokter umum di antaranya Puskesmas Loboniki, Ngalupolo, Ndona, Watunggere, Riaraja, serta Embuzozo.
Secara keseluruhan, jumlah dokter umum di puskesmas dan RS Tanali tercatat sebanyak 25 orang, sedangkan dokter gigi berjumlah empat orang.
Baca juga: Catatan Wabup Ende Dominikus untuk Pengurus INTI Ende
Data tersebut belum termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit lainnya.
Sebagai solusi jangka pendek, jelas dr. Maria Avelina Pani, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende melakukan pemetaan (mapping) ketersediaan dokter umum di setiap puskesmas.
Puskesmas yang memiliki dua dokter akan diperbantukan ke puskesmas yang belum memiliki dokter.
"Misalnya, Puskesmas Onekore yang memiliki dua dokter, satu di antaranya diperbantukan ke Puskesmas Ndona. Begitu pula Puskesmas Ndetundora yang memiliki dua dokter, satu dokter diperbantukan ke Puskesmas Riaraja," jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran serta mengupayakan pemenuhan tenaga dokter melalui jalur Nusantara Sehat (NS).
Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutannya saat meresmikan Puskesmas Ndona beberapa waktu lalu menegaskan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku telah menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelayanan puskesmas yang dinilai kurang baik.
“Saya sudah dapat laporan dari masyarakat soal pelayanan di puskesmas yang kurang baik. Saya harap hal ini jangan sampai berlarut dan berulang. Sudah saatnya kita benahi kualitas pelayanan kita menjadi lebih baik, jangan hanya nilainya cukup, tapi harus baik bahkan sangat baik,” tegasnya.
Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter, Bupati menegaskan bahwa ke depan setiap puskesmas di Kabupaten Ende akan diupayakan memiliki dokter umum dan dokter gigi.
Baca juga: Catatan Wabup Ende Dominikus untuk Pengurus INTI Ende
“Kita akan pikirkan untuk setiap puskesmas itu harus ada dokter umum dan dokter gigi. Dan untuk urusan jabatan kepala puskesmas, hemat saya ada baiknya jangan diemban oleh dokter, karena dokter itu tugasnya fokus melayani pasien, bukan dibebankan pada urusan administrasi sebagai kepala puskesmas,” ujarnya.
Sebelumnya, wilayah Kecamatan Ndona hanya dilayani oleh Puskesmas Ngalupolo yang berlokasi di Desa Ngalupolo.
Namun jaraknya cukup jauh dari sejumlah desa dan kelurahan seperti Kelurahan Lokoboko, Desa Nanganesa, Desa Pu’utuga, Kelurahan Onelako, Desa Manulondo, dan Desa Kelikiku, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Kehadiran Puskesmas Ndona yang berlokasi di Desa Nanganesa, tidak jauh dari Kantor Camat Ndona, diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai.
Saat ini, Puskesmas Ndona menyediakan berbagai layanan, di antaranya rawat inap, rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Poli Gigi, ruang rawat terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta ruang bersalin.
Sebelumnya, pelayanan untuk ibu hamil dan persalinan dilakukan di Pustu Manulondo. (bet)