BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Tabalong bersinergi dengan Pemkab Balangan untuk menggelar advokasi program nasional terkait desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan sekolah yang melakukan pembudayaan ketahanan pangan.
Kegiatan advokasi ini berlangsung di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, Kamis (26/2/2026).
Pada pelaksanaannya juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, Kepala Balai POM di Tabalong, Taufiqurrahman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Akhmad Syauqi dan Kepala DPPPAP2KBPMD Kabupaten Balangan, Rahmadi.
Terkait advokasi ini, Kepala Balai POM di Tabalong, Taufiqurrahman menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan awal dari program nasional kebudayaan keamanan pangan yang meliputi dari desa pangan aman, sekolah pangan aman maupun pasar pangan aman.
Hal tersebut ujar Taufiq merupakan pilar-pilar utama perekonomian masyarakat yang selain membawa manfaat juga ada potensi risiko keamanan pangan di sana.
"Hasil advokasi ini akan kami rekap dan menjadi data dari kabupaten terkait kota pangan aman dengan harapan Kabupaten Balangan nanti bisa mendapatkan hasil optimal untuk menjaga masyarakatnya dari risiko-risiko keamanan yang ada di linkungan tersebut.
Hingga saat ini ujar Taufiqurrahman, sudah ada desa yang disasar untuk menjadi Desa Pangan Aman, yakni Desa Balida, akan menyusul pasar dan dua sekolah yang diprogramkan sebagai sekolah pangan aman.
Setelah advokasi dilakukan, maka pihaknya akan membentuk kader-kader keamanan pangan dengan harapan masyarakat bisa melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
"Jadi nanti kita bentuk kader dan dibekali ilmu terkait pangan termasuk cara mendeteksi pangan-pangan yang berbahaya seperti apa. Sehingga bisa melindungi diri dan masyarakatnya," kata Taufiqurrahman.
Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi menyampaikan apresiasi kepada BPOM RI melalui Balai POM di Tabalong atas advokasi keamanan pangan di Balangan untuk mendukung program nasional.
Sebutnya dengan pangan aman, maka SDM menjadi sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Jadi ada tiga program yang dijalankan, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan," ungkap Akhmad Fauzi.
"Dengan tiga program nasional ini, kita ingin agar generasi muda terhindar dari pangan berbahaya, sehingga produktif di masa depan," tambahnya.
Wabup juga menyampaikan bahwa bahaya pangan memang tidak langsung terlihat, namun dampaknya baru bisa terasa pada kemudian hari. Sehingga generasi Indonesia Emas 2045 ujarnya butuh persiapan panjang, dimulai sejak dini dan peran lintas sektor.
Selain itu ujar Wakil Bupati penting pula untuk melakukan edukasi konsumen dari berbagai usia, pedagang, produsen, distributor.
Ia pun mengajak semua lintas sektor, khususnya yang terlibat dalam program pangan aman untuk mendukung dan aktif berpartisipasi untuk menciptakan daerah dengan masyarakat yang sehat, pangan yang aman dan kualitas hidup serta kesejahteraan yang meningkat. (aol)