Potret Makam Tuanku Imam Bonjol di Desa Lota Pineleng Minahasa, Pengunjung Tak Hanya Turis Nusantara
Gryfid Talumedun February 26, 2026 02:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara (Sulut) memiliki kekayaan objek wisata religi yang beragam.

Salah satu yang paling ikonik adalah Makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut.

Makam tersebut berjarak 11 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi.

Dari pusat kota Manado berjarak sekitar 8 kilometer.

Baca juga: Fasilitas di Malalayang Beach Walk Disorot Pengunjung, Ikon Wisata Unggulan Manado Butuh Perbaikan

WISATA RELIGI - Makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut.
WISATA RELIGI - Makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

​Selama bulan Ramadan, situs sejarah ini ramai dikunjungi wisatawan.

Tak hanya pengunjung domestik dari berbagai penjuru Nusantara, tetapi juga turis mancanegara asal Eropa dan Cina.

​Saat Tribunmanado berkunjung ke sana Kamis (26/2/2026) pagi, suasana makam masih tampak sepi dan tenang.

Di tengah kesunyian tersebut, bunga-bunga bermekaran indah di taman kompleks makam.

Tangga menuju area utama dikelilingi oleh rumput hijau yang tertata rapi bak permadani alam.

Bangunan makam ini memiliki ciri khas yang unik dengan bentuk menyerupai Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau.

Bendera merah putih berkibar di depan Makam.

Di dalamnya, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki untuk menjaga kesucian ruangan.

​Di dekat pintu masuk, terdapat meja yang menyediakan buku surat Yasin dan buku absen.

WISATA RELIGI - Makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut.
WISATA RELIGI - Makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Tercatat pengunjung datang dari berbagai kota seperti Palembang, Malang, Cibubur, Jakarta Timur, Tangerang, Kediri, Solo, Cirebon, hingga Jogja.

​Makam berada di sisi kanan ruangan dengan bentuk yang sederhana namun khidmat, lengkap dengan nisan dan tali pengaman di sekelilingnya.

​Nuansa Islami di tempat ini berpadu erat dengan semangat nasionalisme.

Pada dinding makam, terdapat relief yang menggambarkan perjuangan Tuanku Imam Bonjol.

Sang ulama besar tersebut digambarkan dengan gagah mengenakan sorban, menaiki kuda putih, sembari mengangkat pedang di tangan kanannya.

Peninggalan Imam Bonjol di tempat itu tak hanya makam.

Enny seorang pengunjung yang ditemui Tribunmanado mengaku datang untuk ziarah.

"Saya datang ke sini untuk ziarah," kata dia. 

Enny tergolong rajin mengunjungi makam itu. 

Dalam setahun biasanya beberapa kali. 

"Ini yang pertama tahun ini," kata dia. 

Salah satu pihak keluarga yang berada di sekitar makam menyatakan, turis justru ramai jelang bulan Ramadhan. 

"Kala itu tamu datang sangat banyak dan tiap hari," katanya. 

Sebut dia, tamu yang berdatangan berasal dari seluruh Indonesia. 

Bahkan ada tamu dari Eropa dan Cina. (Art) 

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.