TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam, belakangan ini menjadi pusat perhatian publik setelah konten edukasi mengenai fungsi dan cara penggunaan helm yang ia unggah di media sosial menjadi viral.
Video tersebut diunggah di akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam, pada Minggu (22/2/2026).
Dalam kontennya, pria berusia 23 tahun yang juga merupakan komika jebolan SUCI 11 Kompas TV ini sebenarnya tidak menyebutkan identitas instansi maupun pihak tertentu secara spesifik.
Namun, unggahan tersebut justru dikaitkan oleh warganet dengan insiden tragis yang terjadi di Kota Tual, Maluku Tenggara, pada Kamis (19/2/2026) lalu.
Dalam peristiwa tersebut, seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berusia 14 tahun meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS menggunakan helm.
Akibat tindakannya, Bripda MS kini telah menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), serta terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Pasca kontennya viral, Khairul Umam mengaku mulai mendapatkan intimidasi dari orang yang tidak dikenal melalui media sosial hingga aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Teror tersebut mulai ia rasakan sejak Selasa (24/2/2026) malam hingga Rabu (25/2/2026) pagi.
Menurut pengakuan Khairul, pesan yang masuk awalnya bernada halus dan berpura-pura menjadi penggemar, namun lama-kelamaan isinya mulai mengarah pada ancaman terhadap keselamatannya.
“Jadi terornya tuh di WhatsApp semua. Seperti yang saya bikin di story, ya awalnya dia ngaku jadi sebagai fans lah gitu-gitu segala macem," ungkap Khairul.
"Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pakai helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orang tua saya gitu-gitu,” sambungnya.
Meski tidak menggunakan kata-kata kotor, Khairul merasakan adanya intimidasi yang nyata dari nomor asing tersebut.
Salah satu pesan bahkan secara eksplisit menyebutkan akan memberikan kejutan kepada dirinya dalam waktu dekat.
“Sempet juga dia ngomong, 'tunggu saya, ada kejutan buat kamu',” katanya.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika pelaku pengirim pesan menunjukkan bahwa ia mengetahui informasi pribadi Khairul, termasuk alamat rumah istrinya.
Baca juga: Tak Cuma Aniaya ART, Olfit Ariani ASN BPK di Bogor Pernah Lempar Suami Pakai Helm, Diteriaki Maling
Khairul merasa beruntung karena pelaku belum mengetahui alamat orang tuanya.
“Alhamdulillah untuk saat ini buat keluarga sih masih aman-aman aja ya. Meskipun dia tuh nyampein alamat lengkap rumah saya dan rumah istri saya. Untungnya dia nggak tau alamat rumah orang tua saya," tukasnya.
Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul, Khairul menegaskan bahwa pembuatan konten edukasi helm tersebut murni bertujuan untuk memberikan informasi keselamatan kepada rekan sejawat maupun masyarakat umum.
Ia menyatakan tidak ada niat untuk menyindir instansi atau kejadian apa pun yang sedang ramai diperbincangkan.
“Saya memang bikin konten itu cuma sekadar mengingatkan cara pakai helm dan yang pakai helm kan teman-teman saya juga pada pakai helm. Tidak ada niatan ke sana," imbuhnya.
Khairul juga menyadari bahwa sebagai konten kreator, dirinya tidak memiliki kendali penuh atas bagaimana orang lain menafsirkan apa yang ia bagikan di internet.
Baginya, yang terpenting adalah ia tetap bertanggung jawab atas apa yang ia buat tanpa memiliki niat buruk sejak awal.
“Kalau misalnya emang ada yang ngerasa tersinggung, yang saya pelajarin ya maksudnya yang bisa saya kontrol adalah apa yang saya buat dan apa yang saya bikin, ketika respon dari orang lain itu kan saya nggak bisa kontrol,” pungkasnya.
Lantas, siapa sebenarnya Khairul Umam?
Ia adalah seorang profesional dengan dua dunia yang kontras.
Di satu sisi, ia adalah petugas pemadam kebakaran di Depok yang telah mengabdi selama lebih dari 8 tahun.
Di sisi lain, ia adalah seorang komika yang dikenal publik melalui ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 11.
Melalui akun Instagram-nya, ia kerap membagikan konten edukatif namun jenaka mengenai profesi pemadam kebakaran.