BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Fakta miris di balik ambruknya atap gedung praktik SMKN 2 Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, akhirnya terungkap ke publik pasca-insiden yang terjadi pada Kamis (26/2/2026) siang.
Kondisi bangunan yang terletak di Jalan Kemboja, Desa Al-Kautsar tersebut ternyata sudah cukup memprihatinkan sebelum akhirnya mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin kencang.
Kepala SMKN 2 Satui, Drs. Basri, membeberkan bahwa gedung yang dibangun pada tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu itu sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik sejak lama.
Ia menyebutkan bahwa kebocoran atap sudah sering terjadi dan menjadi kendala bagi para siswa serta guru setiap kali hujan deras mengguyur sekolah tersebut.
"Secara keseluruhan gedung sebenarnya sudah banyak yang bocor. Kami sudah mengusulkan perbaikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi," ungkap Basri saat dikonfirmasi.
Selain masalah pemeliharaan, Basri juga menyoroti desain arsitektur gedung yang dianggap cukup berisiko saat menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Satui.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Satui Tanahbumbu, Atap SMKN 2 Lepas dan Timpa Ruang Praktik Siswa
Penggunaan konsep atap miring tunggal atau shed roof pada bangunan tersebut dinilai menjadi titik lemah yang membuatnya rentan saat dihantam angin kencang.
“Model bangunan menggunakan konsep atap miring tunggal sehingga cukup rentan apabila diterpa angin kencang,” jelasnya mengenai kerentanan konstruksi tersebut.
Akibat kejadian ini, bagian atap ruang praktik jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengalami kerusakan serius sehingga tidak aman untuk digunakan.
Kondisi bangunan yang rusak ini memaksa pihak sekolah untuk menghentikan seluruh kegiatan praktik siswa demi menjaga keselamatan.
Hancurnya fasilitas ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah, mengingat infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang keahlian para siswa.
Kini pihak sekolah sangat mengharapkan adanya tindakan nyata berupa bantuan perbaikan segera dari pemerintah sebelum jadwal Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) dimulai pada April mendatang.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhamnad Fikri Syahrin)