Geger Mahasiswa Bacok Pujaan Hati di Kampus, Berniat Bunuh karena Cinta Ditolak
Kiki Novilia February 26, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Riau - Mahasiswa UIN Suska Riau bernama Raihan Mufazzar (21) nekat membacok pujaan hatinya yang hendak menjalani seminar skripsi, Farradhilla Ayu Pramesti (23).

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, insiden pembacokan itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) pukul 08.00 WIB. Korban dibacok saat berada di ruangan lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Farradhilla merupakan mahasiswi semester 8 asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ia diserang saat bersiap melaksanakan ujian munaqosah sekitar pukul 08.00 WIB.

Pelaku secara tiba-tiba datang memasuki ruangan dengan membawa sebilah senjata tajam sejenis kapak dan langsung membacok korban beberapa kali. 

Korban berusaha menangkis serangan hingga mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di bagian kepala. Beruntung petugas keamanan kampus sigap dan langsung mengamankan pelaku.

Baca juga: Mahasiswi Bersimbah Darah Dibacok Saat Sidang Seminar, Motif Diduga Asmara

Saat diperiksa, di tas pelaku tersimpan satu senjata tajam lagi jenis parang.

"Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela," sebut Kasat Reskrim, dikutip dari TribunPekanbaru, Kamis.

Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan lantaran pelaku cepat diamankan sejumlah petugas keamanan kampus.

Namun akibat pembacokan dengan kapak yang dibawa pelaku, korban mengalami luka di kepala dan tangan.

Kabar terbaru, pelaku berhasil ditangkap. Ia resmi ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," kata Kasat Reskrim.

Rencananya, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dan tes urine. Hal ini guna memastikan kondisi psikis serta apakah pelaku di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras, hingga nekat melakukan aksi yang terbilang sadis itu.

"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine," jelas Anggi.

Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.

"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.

Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.

Persoalan Asmara

Berdasarkan hasil pendalaman, ternyata pelaku merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban. Karena itu, pelaku rupanya berniat membunuh korban. 

"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh, red) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.

Selain itu, mahasiswa yang mengaku teman dekat pelaku dan meminta namanya tidak disebutkan mengungkap, aksi nekat itu diduga dipicu persoalan asmara.

Menurutnya, pelaku dan korban merupakan mahasiswa satu jurusan dan semester yang sama. 

Keduanya disebut-sebut tengah dekat dan dalam tahap pendekatan atau pedekate, meski belum resmi berpacaran.

 “Mereka memang dekat, sering komunikasi karena satu jurusan dan satu semester. Belum pacaran, tapi si pelaku ini merasa ada harapan,” ungkapnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menyebut, pelaku diduga merasa korban memberikan sinyal untuk menjalin hubungan lebih serius. Namun situasi berubah ketika pelaku mengetahui korban ternyata telah memiliki kekasih.

“Pas dia tahu korban sudah punya cowok, dia kecewa dan marah. Mungkin merasa dibohongi atau berharap lebih,” katanya.

Kekecewaan itu diduga memuncak hingga pelaku nekat datang ke kampus membawa kapak dan melakukan penyerangan di ruang sidang seminar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Seperti diketahui, korban bernama Farah, mahasiswi semester 8, diserang sebelum seminar dimulai. Seorang saksi mata, Aisyah, menggambarkan suasana panik saat kejadian berlangsung.

“Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya, kebetulan belum mulai sidangnya. Keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong,” ujarnya.

Mahasiswa lain tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam dan sempat menyandera korban dalam kondisi terluka. Petugas keamanan kampus akhirnya berhasil mengamankan pelaku, sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan.

Kampus Buka Suara

Suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi.

Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Bekas darah yang mulai mengering itu, menyebar di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan, sejumlah personel kepolisian hilir mudik di sekitar lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Petugas melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.

Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyatakan pihak kampus memberikan pendampingan penuh terhadap korban, termasuk bantuan pemulihan psikologis.

“Pak WR III dan Dekan tadi mengantar langsung ke rumah sakit. Tentunya UIN Suska memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan psikis dan pemulihan psikologis kepada korban,” ujarnya.

Kasus ini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.