Demi Ikut Simulasi TKA, Siswa SMPN 1 Aluh-Aluh Banjar Rela Seberangi Sungai
Irfani Rahman February 26, 2026 08:44 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJAR- Semangat menuntut ilmu kembali ditunjukkan para peserta didik program SMP Terbuka di SMPN 1 Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar,Kalimantan Selatan

Di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan geografis wilayah perairan, siswa kelas IX tetap antusias mengikuti simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA), Kamis (26/2/2026), sebagai persiapan menghadapi program evaluasi pendidikan terbaru dari pemerintah.

Sejak pagi, peserta didik dari Desa Kuin sudah bersiap menuju sekolah induk di Desa Aluh-Aluh Besar.

Mereka menempuh perjalanan sekitar 40 menit menggunakan kelotok, menyusuri jalur sungai yang menjadi akses utama transportasi. 

Perjalanan tersebut difasilitasi pihak sekolah agar seluruh peserta didik dapat mengikuti simulasi dengan aman dan tepat waktu.

Program SMP Terbuka merupakan layanan pendidikan formal alternatif pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala mengikuti sekolah reguler.

Baca juga: Ramadan 1447 Hijriah Madrasah di Banjar Belajar Tatap Muka Selama Dua Pekan, Ini Jadwalnya

Baca juga: Pria di Kuin Selatan Banjarmasin Tewas Akibat Ditusuk Istri Siri, Pelaku Diringkus, Belatinya Dicari

Di wilayah Aluh-Aluh, sebagian peserta didik tinggal cukup jauh dari sekolah menengah pertama dengan akses darat terbatas, sehingga jalur sungai menjadi pilihan utama mobilitas.

Pada SMPN 1 Aluh-Aluh sendiri, program SMP Terbuka memiliki tiga rombongan belajar, yakni kelas VII, VIII, dan IX. 

Kegiatan pembelajaran sehari-hari biasanya dilaksanakan di Desa Kuin dengan sistem guru bergantian mendatangi peserta didik. 

Model ini memungkinkan mereka tetap memperoleh pendidikan tanpa harus setiap hari datang ke sekolah induk.

Namun, untuk simulasi TKA berbasis komputer, peserta didik diwajibkan hadir langsung ke sekolah induk karena membutuhkan fasilitas perangkat dan jaringan internet yang memadai. 

Setibanya di sekolah, siswa mendapat pengarahan mengenai tata tertib serta teknis pelaksanaan ujian, mulai dari proses login hingga tata cara mengerjakan soal. 

Bagi sebagian peserta didik, penggunaan perangkat teknologi dalam ujian menjadi pengalaman baru, tetapi pendampingan guru membantu mereka cepat beradaptasi.

Baca juga: Viral Kualitas MBG di HST Disorot, Telur Diduga Busuk Hingga dan Roti Tampak Menghitam

Meski berlangsung pada bulan suci Ramadan dalam kondisi berpuasa, pelaksanaan simulasi berjalan tertib dan lancar tanpa kendala teknis.

Seluruh peserta didik mampu menyelesaikan latihan soal sesuai waktu yang ditentukan, menjadikan pengalaman ini sebagai bekal penting sebelum mengikuti TKA resmi.

Kepala SMPN 1 Aluh-Aluh, Supiani, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjamin kesetaraan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh peserta didik, baik reguler maupun SMP Terbuka, mendapatkan akses pendidikan yang setara tanpa perbedaan. Keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk maju,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar SMPN 1 Aluh-Aluh atas komitmen dalam menyelenggarakan layanan pendidikan hingga wilayah perairan.

Menurutnya, perjuangan peserta didik yang harus menempuh perjalanan menggunakan kelotok selama kurang lebih 40 menit merupakan cerminan ketangguhan generasi Kabupaten Banjar. 

Menurutnya, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan tertinggal dalam kualitas pendidikan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat dukungan sarana prasarana, peningkatan kapasitas guru, serta akses teknologi agar pelaksanaan evaluasi berbasis komputer dapat berjalan optimal, termasuk bagi sekolah dengan tantangan geografis khusus, tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Semangat anak-anak di bulan suci Ramadan ini menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk membangun masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing,” runutnya.

(Banjarmasin Post/ Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.