TRIBUNNEWS.COM - Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, memilih turun langsung ke hadapan media usai timnya tersingkir dramatis dari Liga Champions oleh Galatasaray, Kamis (26/2/2026).
Juventus gagal lolos ke 16 besar Liga Champions meskipun mereka menang 3-2 pada lag kedua di Allianz Stadium.
Hasil itu belum cukup untuk membalikkan agregat setelah di leg pertama tim asuhan Luciano Spalletti kalah 5-2. Alhasil agregat akhir 5-7 untuk Galatasaray.
Kebangkitan Juventus di awal memang nyaris mustahil. Mereka datang dengan beban berat harus mengejar defisit tiga gol.
Situasi makin sulit ketika Kelly dikartu merah pada menit ke-48, awalnya kartu kuning kedua tapi kemudian diubah menjadi kartu merah langsung setelah tinjauan VAR.
Meski bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam, Bianconeri menunjukkan semangat juang.
Setelah gol penalti Manuel Locatelli di babak pertama, gol Federico Gatti dan Weston McKennie memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Baca juga: Comeback Juventus tak Berakhir Manis, Si Nyonya Tua Angkat Koper dari Liga Champions
Juve memiliki peluang besar lewat Edon Zhegrova, tapi tembakannya justru melebar di samping gawang.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya berbicara. Gol telat dari Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz memastikan langkah Galatasaray ke babak 16 besar.
Namun demikian, publik Allianz Stadium tetap memberi tepuk tangan saat peluit akhir berbunyi—sebuah pengakuan bahwa malam itu Juve kalah, tetapi tidak menyerah.
Setelah pertandingan, alih-alih pelatih Luciano Spalletti yang berbicara, Chiellini berbicara ke media untuk pasang badan dan menyiratkan kekecewaan atas kartu merah Lloyd Kelly yang dinilai sangat menentukan.
Terakhir kali Juve mengirim Chiellini untuk berbicara kepada media daripada Spalletti, itu untuk memprotes kartu merah Pierre Kalulu melawan Inter di Serie A.
"Katakan saja beruntung Kelly berada dalam situasi itu dan bukan saya," jawab mantan bek Italia itu, setengah menyindir.
Sebagai mantan bek tangguh, Chiellini jelas paham betapa krusialnya momen tersebut.
Chiellini menegaskan bahwa kekalahan ini harus menjadi titik balik untuk menemukan kembali “percikan” yang sempat hilang dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam lima laga kompetitif sebelumnya, Juventus hanya meraih satu hasil imbang—indikasi krisis yang belum sepenuhnya reda.
"Ini proses. Ada pertumbuhan, meski disertai beberapa hasil negatif," kata Chiellini, dikutip dari Football Italia.
Baca juga: Bagan Undian 16 Besar Liga Champions: Potensi Final Dini PSG vs Barcelona, Real Madrid vs Man City
Ia juga menyebut tim hanya menjalani "satu setengah pertandingan buruk" sejak Spalletti datang, sembari menolak menjadikan keberuntungan sebagai alasan utama.
"Kami kelelahan dan kecewa dengan hasil ini, terlepas dari kinerjanya. Pada saat yang sama, kami sangat bangga dengan cara kami bermain."
"Jika kami ingin melihat masa jabatan Spalletti, kami salah satu setengah pertandingan sejak dia tiba. Kami tidak terlalu beruntung dalam hal insiden itu, tetapi kami harus terus maju," jelasnya.
Kini, fokus Juventus beralih ke Serie A. Masih ada 12 laga tersisa dan persaingan papan atas yang ketat dengan yang terdekat kini melawan AS ROma.
"Kami perlu tetap percaya pada para pemain ini dan pelatih ini. Ada proses dan itu bisa berarti beberapa hasil negatif, meskipun kinerja bagus," lanjut Chiellini.
"Ada 12 pertandingan tersisa musim ini, di mana ada banyak yang dipertaruhkan. Tim siap, kami melihatnya malam ini, dan proses pertumbuhan berlanjut bahkan dengan beberapa kesalahan dan rintangan di jalan kami," jelasnya.
(Tribunnews.com/Tio)