Juventus Tersingkir, Drawing 16 Liga Champions, Berpotensi Duel PSG vs Barcelona atau PSG vs Chelsea
Salomo Tarigan February 26, 2026 01:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Hasil pertandingan Liga Champions, yang belangsung Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Tim raksasa Italia Juventus tersingkir dari ajang Liga Champions.

Bianconeri disingkirkan klub Turki Galatasaray.

Juventus kalah agregat dari Galatasaray di play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026.

I Bianconeri memang menang dengan skor 3-2, namun kalah agregat 5-7.

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Juventus dan Galatasaray menampilkan permainan menyerang.

Peluang langsung didapat tuan rumah pada menit ke-4 lewat Federico Gatti yang tandukannya hanya melambung di atas mistar. 

Enam menit berselang, Si Nyonya Tua kembali mendapat peluang lewat tandukan Teun Koopmeiners yang juga masih melambung.

Sementara Galatasaray juga mendapat dua peluang di 11 menit awal laga lewat tandukan Davinson Sanchez dan tembakan Victor Osimhen yang bisa diamankan Mattia Perin.

Termpo permainan kemudian dikendalikan Juventus yang terus menciptakan peluang demi peluang untuk mencetak gol.

Hal ini terlihat dari tembakan Manuel Locatelli yang bisa ditepis kiper dan sontekan Francisco Conceicao yang menyamping di sisi gawang.

Setelah terus menggempur lawannya, klub asal Turin itu akhirnya sukses membuka papan skor di menit ke-37.

 

Adalah Locatelli yang membawa Juventus unggul berkat eksekusi penaltinya yang hadir karena pelanggaran Lucas Toreira ke Khephren Thuram. Skor menjadi 1-0.

Usai gol itu, I Bianconeri masih memiliki sederet peluang lainnya. Nahas skor 1-0 tetap terjaga hingga turun minum.

Di paruh kedua, Kenan Yildiz dkk. harus menerima kenyataan bermain dengan 10 pemain usai Lloyd Kelly mendapat kartu merah langsung pada menit ke-48.

Kartu merah ini diberikan usai wasit melihat VAR dan menganggap dirinya melanggar Baris Yilmaz dengan keras.

Meski tampil dengan 10 pemain, Juventus tetap memegang kendali permainan dan masih bisa menciptakan peluang berbahaya.

Salah satunya lewat Yildiz yang nyaris mencetak gol lewat sontekan mendatar yang masih menyamping di kanan gawang lawan.

Bahkan setelahnya Gatti juga nyaris menambah gol timnya andai tandukannya di menit ke-63 tak melambung tipis di atas mistar.

Sementara itu, Galatasaray mulai meningkatkan serangan mulai menit ke-65 dan mendapat dua peluang lewat Osimhen yang masih bisa dihentikan Perin.

Saat lawannya bermain terbuka, Si Nyonya Tua mampu mencetak gol keduanya di menit ke-70 lewat Gatti.

 

Gatti mencetak gol dengan tap in menyambut umpan silang yang dilepaskan oleh Pierre Kalulu. Skor menjadi 2-0.

Pada menit ke-79, Yildiz nyaris membawa timnya unggul tiga gol andai sontekan jarak dekatnya tak mengenai tiang gawang.

Asa Juventus menambah gol akhirnya tercipta di menit ke-82 usai Weston McKennie mencetak gol lewat tandukannya. Skor menjadi 3-0.

Skor 3-0 ini lantas membuat agregat menjadi 5-5 dan memaksa kedua tim melanjutkan laga ke babak extra time.

Di babak extra time, Juventus masih tampil menyerang guna menambah golnya dan melengkapi comeback-nya.

Sayangnya di paruh pertama babak tersebut, Si Nyonya Tua harus kebobolan lewat gol mantan murid Spalletti di Napoli, Osimhen, pada menit ke-106.

Bahkan tamunya bisa menambah gol di paruh kedua extra time lewat Baris Yilmaz di menit ke-119.

Gol tersebut membuat babak extra time berakhir 3-2 dan membuat agregat menjadi 7-5 bagi Galatasaray.

Walhasil, Juventus harus mengubur impian lolos ke 16 besar Liga Champions 2025-2026 karena kalah secara agregat.

Juventus 3-2 Galatasaray (Manuel Locatelli 37’-pen, Federico Gatti 70’, Weston McKennie 82’; Victor Osimhen 106’, Baris Yilmaz 119')

Susunan Pemain:

Juventus (4-3-3): 1-Mattia Perin; 15-Pierre Kalulu (Lois Openda 109'), 4-Federico Gatti, 6-Lloyd Kelly, 23-Weston McKennie; 8-Teun Koopmeiners, 5-Manuel Locatelli (Filip Kostic 109'), 19-Khephren Thuram (Vasilije Adzic 78’); 7-Francisco Conceicao (Edon Zhegrova 68’), 30-Jonathan David (Jeremie Boga 67’), 10-Kenan Yildiz (Fabio Miretti 103').

Pelatih: Luciano Spalletti

Galatasaray (4-2-3-1): 1-Ugurcan Cakir; 7-Roland Sallai (Sacha Boey 59’), 6-Davinson Sanchez, 42-Abdulkerim Bardakci, 4-Ismail Jakobs; 34-Lucas Torreira (Wilfired Singo 103'), 99-Mario Lemina; 53-Baris Yilmaz, 8-Gabriel Sara (Ilkay Gundogan 71’), 77-Noa Lang (Leroy Sane 59’) ; 45-Victor Osimhen.

Pelatih: Okan Buruk

Jadwal Drawing 16 Besar

Drawing babak 16 besar ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 18.00 WIB.

Delapan tim teratas dari fase liga: Arsenal, Barcelona, Bayern München, Chelsea, Liverpool, Man City, Sporting CP, Tottenham

Pemenang babak play-off fase gugur: Atalanta, Atleti, Bodø/Glimt, Galatasaray, Leverkusen, Newcastle, Paris, Real Madrid.

Madrid lolos ke 16 besar setelah menang agregat 2-1 atas Benfica di leg kedua.

Los Blancos menang agregat 3-1 setelah di leg pertama menang tipis 1-0.

Mereka kini dihadapkan dengan dua potensi lawan, yakni antara menghadapi Sporting CP atau Manchester City.

Jika jalur mempertemukan mereka lagi, ini seperti final yang datang terlalu cepat atau final kepagian.

Baca juga: Striker PSMS Medan Clayton Da Silva Belum Cetak Gol, Begini Tanggapan Pelatih Eko Purdjianto

Real Madrid dan Manchester City sudah terlalu sering bertukar pukulan dalam beberapa musim terakhir.

Rekor pertemuan relatif seimbang. Di fase liga musim ini, Man City menang 2-1 di Madrid. 

Namun Los Blancos selalu punya aura berbeda ketika fase gugur tiba. Dengan Vinícius Júnior dan Mbappe dalam performa tajam, Madrid jelas tak akan gentar.

Potensi PSG vs Barcelona / PSG vs Chelsea

PSG memastikan ke 16 besar setelah menang agregat 5-4 dari rival domestik, AS Monaco.

Dalam dua leg, keduanya bermainan cukup dramatis.

Hasil leg kedua berakhir sama kuat 2-2, sedangkan di leg pertama mereka menang comeback 3-2.

Dari delapan tim yang lolos 16 lewat play off, PSG termasuk yang dipastikan bakal mendapat lawan berat.

Mereka menghadapi dua kemungkinan lawan berat, yakni bertemu antara Chelsea atau Barcelona.

Baca juga: PSMS Medan Kembali Kena Sanksi Komdis Usai Laga Kontra FC Bekasi City, Denda 30 Juta Ulah Suporter

Secara historis, pertemuan melawan Barcelona tim selalu sarat drama—dari comeback legendaris hingga duel taktik yang emosional.

Di fase liga musim ini, Paris mampu menang 2-1 saat bermain di kandang Barcelona. 

Sementara melawan Chelsea, juara bertahan Liga Champions ini pernah dihajar 3-0 dalam pertemuan terakhir pada Piala Dunia Antarklub 2025.

Performa PSG sejauh ini memang masih belum begitu meyakinkan.

Namun mereka berpeluang menciptakan kisah epik ketika bangkit di paruh kedua musim, seperti sebelumnya. 

Ancaman dari Kuda Hitam

Nama seperti Atalanta, Bodø/Glimt dan Galatasaray tak bisa lagi dipandang remeh. 

Bodø/Glimt bahkan sempat mengalahkan Manchester City 3-1 di fase liga dan mereka juga menyingkirkan Inter Milan di babak play off.

Sementara Atalanta datang dengan mental baja setelah comeback dramatis, menang agregat 4-3 dari Borussia Dortmund di play-off.

Selain PSG, Atalanta adalah tim yang juga dipastikan menghadapi laga big match, dengan potensi duel melawan Arsenal atau Bayern Munchen.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: bolasport.com/ Tribunnews.com 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.