Motif Mahasiwa Bacok Mahasiswa UIN, Teman Pelaku Ungkap Dugaan Persoalan Asmara
Ilham Fazrir Harahap February 26, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang mahasiswa yang mengaku teman dekat pelaku mengungkap, aksi nekat itu diduga dipicu persoalan asmara.

Kasus pembacokan mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau mulai menemukan titik terang.

Menurutnya, pelaku dan korban merupakan mahasiswa satu jurusan dan semester yang sama.

Keduanya disebut-sebut tengah dekat dan dalam tahap pendekatan atau pedekate, meski belum resmi berpacaran.

“Mereka memang dekat, sering komunikasi karena satu jurusan dan satu semester. Belum pacaran, tapi si pelaku ini merasa ada harapan,” ujarnya dan meminta namanya tidak disebutkan mengungkap, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Mahasiwa Bacok Mahasiswi UIN Suska, Insiden Dalam Ruang Sidang Kampus, Motifnya Masih Misteri

Ia menyebut, pelaku diduga merasa korban memberikan sinyal untuk menjalin hubungan lebih serius. Namun situasi berubah ketika pelaku mengetahui korban ternyata telah memiliki kekasih.

“Pas dia tahu korban sudah punya cowok, dia kecewa dan marah. Mungkin merasa dibohongi atau berharap lebih,” katanya.

Kekecewaan itu diduga memuncak hingga pelaku nekat datang ke kampus membawa kapak dan melakukan penyerangan di ruang sidang seminar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

PEMBACOKAN MAHASISWI - Pelaku pembacokan mahasiswi saat diamankan petugas keamanan kampus UIN Suska Riau di Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).(KOMPAS.COM/Dok. mahasiswa.)
PEMBACOKAN MAHASISWI - Pelaku pembacokan mahasiswi saat diamankan petugas keamanan kampus UIN Suska Riau di Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).(KOMPAS.COM/Dok. mahasiswa.) (TRIBUN MEDAN)

Seperti diketahui, korban bernama Farah, mahasiswi semester 8, diserang sebelum seminar dimulai. Seorang saksi mata, Aisyah, menggambarkan suasana panik saat kejadian berlangsung.

“Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya, kebetulan belum mulai sidangnya. Keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong,” ujarnya.

Baca juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin Batal Berkunjung, Kejari Binjai Ungkap Alasannya

Mahasiswa lain tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata tajam dan sempat menyandera korban dalam kondisi terluka. Petugas keamanan kampus akhirnya berhasil mengamankan pelaku, sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi peristiwa ini, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Alfi Syahrin, membenarkan bahwa pelaku dan korban merupakan mahasiswa aktif dari jurusan serta semester yang sama.

“Korban dan pelaku adalah dua-duanya mahasiswa semester dan jurusan yang sama. Untuk motifnya saya belum bisa mengungkapkan,” ujar Alfi.

Ia menegaskan, pihak kampus masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian sebelum menyampaikan pernyataan lengkap terkait motif.

Baca juga: JADWAL Tayang Bekasi City Vs PSMS Medan Pekan Ini, PSMS Minus Kim Jeung-ho, Erwin-Adlin Kembali

“Saya belum dapat informasi yang valid terkait motifnya, kita tunggu saja nanti dari kampus akan ada press rilisnya,” tambahnya.

Alfi juga memastikan kondisi korban saat ini stabil setelah menjalani tindakan medis.

“Saat ini korban sedang dilakukan perawatan di ruang IGD dan kondisinya stabil. Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan dan sudah dioperasi di bagian lukanya dan sudah membaik,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Polsek Tampan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kampus menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sambil fokus pada pemulihan kondisi korban.

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.