Sebuah ledakan terjadi di penerbangan Alaska Airlines. Sumbernya adalah smartphone yang sedang diisi daya dari powerbank!
Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu (22/2/2026) pada penerbangan Alaska Airlines 2117. Pesawat yang digunakan adalah jet Embraer 175 dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Nasional Wichita Dwight D. Eisenhower (ICT) menuju Bandara Internasional Seattle-Tacoma di negara bagian Washington, menurut .
Leana Stickler, salah satu penumpang di pesawat, mengatakan kepada media lokal KAKE bahwa seorang wanita sedang menggunakan baterai lithium-ion untuk mengisi daya ponselnya sebelum ledakan terjadi.
"Saya berada tepat di sebelahnya, dan baterai itu hanya diletakkan di pangkuannya, tidak dimainkan, tidak disentuh, dan tiba-tiba meledak," kata Stickler seperti dikutip dari Kamis (26/2/2026).
Api tersebut menyambar ke lengan dan kaki wanita itu, sebelum melemparkan smartphone-nya ke lorong. "Seseorang melemparkan handuk ke atasnya, dan saya menginjaknya dengan sepatu saya," tambahnya.
Tracy Soom, penumpang lain, mengatakan pesawat baru mengudara selama 15 menit ketika kebakaran terjadi. "Para pramugari berlari kembali dengan alat pemadam api dan memadamkannya," kata Soom.
Asapnya sangat tebal sehingga ia mengaku tidak bisa bernapas. Dalam pernyataan, juru bicara Otoritas Bandara Wichita mengkonfirmasi bahwa baterai eksternal seorang penumpang terbakar di tengah penerbangan.
"Pesawat mendarat dengan selamat di ICT, di mana personel Airport Emergency Response & Operations (AERO) mengevaluasi tiga orang dan membawa salah satu dari mereka ke rumah sakit setempat untuk perawatan lebih lanjut," kata pernyataan itu.
Alaska Airlines mengkonfirmasi bahwa penumpang yang mengalami masalah panas berlebih pada perangkatnya menerima perawatan medis di gerbang kedatangan. Mereka menambahkan bahwa telepon dan power bank ditempatkan ke dalam kantong pengaman saat pesawat bersiap untuk mendarat.
"Para tamu kami tiba di Seattle dengan penerbangan berikutnya. Kami menghargai kesabaran mereka," kata perwakilan Alaska.
Pada tahun 2025, terdapat 95 insiden baterai lithium yang terverifikasi di udara yang melibatkan asap, api, atau panas ekstrem, menurut data yang dikumpulkan oleh Administrasi Penerbangan Federal. Angka ini meningkat dari 89 insiden pada tahun sebelumnya. Hingga 15 Februari, terdapat lima insiden yang terverifikasi pada tahun 2026.







