TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, menegaskan timnya belum menyerah dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Meski baru saja menelan kekalahan telak, manajemen memastikan perjuangan Kabau Sirah akan terus berlanjut hingga akhir musim.
Penegasan itu disampaikan Hermawan setelah Semen Padang FC kalah 0–4 dari Bhayangkara FC pada laga terbarunya. Hasil tersebut membuat posisi tim merosot ke peringkat ke-17 klasemen sementara.
Saat ini, Semen Padang FC terpaut dua poin dari PSBS Biak yang berada tepat di atas zona degradasi. Selain itu, PSBS masih memiliki satu laga lebih banyak, sehingga persaingan di papan bawah klasemen semakin ketat.
Dalam lima pertandingan terakhir, performa Kabau Sirah memang belum stabil. Tim hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Baca juga: Harga Emas Padang Hari Ini 26 Februari 2026 Tembus Rp6,5 Juta per Ameh, Cek Rinciannya
Catatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Semen Padang FC kesulitan memperbaiki posisi di klasemen.
Hermawan memastikan manajemen tidak tinggal diam melihat situasi ini. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, guna memperbaiki performa tim pada sisa pertandingan putaran kedua.
Menurutnya, berbagai langkah pembenahan telah diupayakan secara maksimal demi meningkatkan daya saing tim.
Namun, apabila hasil di lapangan masih belum sesuai harapan, manajemen siap mengambil keputusan cepat.
“Kami belum menyerah. Manajemen terus melakukan evaluasi. Putaran kedua ini kami sudah habis-habisan melakukan pembenahan. Kalau hasilnya belum maksimal, tentu akan ada langkah tegas,” ujarnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bukittinggi Besok 26 Februari 2026: BMKG Prediksi Cerah Berawan Sejak Pagi Hari
Meski demikian, ia tetap optimistis Kabau Sirah mampu bangkit dan meraih kemenangan pada laga-laga berikutnya. Hermawan juga berharap dukungan penuh dari suporter, terutama saat pertandingan kandang.
“Untuk itu kami harapkan dukungan seluruh suporter secara all out di setiap laga kandang, karena ini sangat berarti bagi tim untuk menambah motivasi dan semangat juang pemain meraih kemenangan di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, tim pelatih ditargetkan mampu membawa Semen Padang FC meraih hasil positif pada pertandingan selanjutnya. Kemenangan dinilai krusial untuk menjaga asa bertahan di kompetisi musim ini.
Semen Padang FC harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara FC pada laga pekan ke-23 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (24/2/2026) malam.
Pertandingan yang dipimpin wasit M. Erfan Efendi itu dimulai pukul 20.30 WIB. Sejak peluit awal dibunyikan, Bhayangkara FC langsung tampil agresif dan menekan pertahanan tim tamu.
Pada menit-menit awal, lini belakang Semen Padang FC masih mampu meredam sejumlah peluang tuan rumah.
Tim Kabau Sirah mencoba merespons lewat serangan balik cepat yang dibangun Firman Juliansyah dan Maicon Souza. Namun, upaya tersebut belum mampu menghadirkan ancaman berarti.
Baca juga: Dapat Penalti dan Unggul Jumlah Pemain, Bhayangkara FC Pimpin 1-0 atas Semen Padang FC
Petaka bagi Semen Padang FC datang pada menit ke-26. Bhayangkara FC mendapat hadiah penalti setelah Jaime Andres Giraldo Ocampo dinilai melanggar Benard Hendri Cedric di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan membawa Bhayangkara FC unggul 1-0.
Situasi semakin sulit bagi tim tamu pada menit ke-34. Boubakary Diarra diganjar kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran di lini tengah.
Wasit M. Erfan Efendi langsung mengeluarkan kartu merah, membuat Semen Padang FC harus bermain dengan 10 orang.
Baca juga: Line Up Semen Padang vs Bhayangkara: Arthur Augusto dan Maicon Souza Starter
Hingga babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Semen Padang FC mencoba mengatur ulang ritme permainan. Namun, kekurangan jumlah pemain membuat serangan yang dibangun kerap kandas.
Bhayangkara FC justru kembali mendapat penalti pada menit ke-47 setelah Dieulerinche Tsouka Dozi melanggar Ryo Matsumura di dalam kotak penalti.
Ryo yang dipercaya sebagai eksekutor sukses mengecoh kiper Semen Padang FC dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Baca juga: Semen Padang Tanpa Tiga Pemain Asing Hadapi Bhayangkara, The Kmers Minta Pengganti Harus Siap
Tuan rumah semakin percaya diri. Pada menit ke-52, Moussa Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan matang dari Jean Marie Privat Befolo Mbarga. Tanpa pengawalan berarti, Sidibe dengan mudah memperbesar keunggulan menjadi 3-0.
Bhayangkara FC hampir menambah gol pada menit ke-58 lewat tandukan Moussa Sidibe. Namun, bola masih mampu diamankan Arthur Augusto.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mencoba melakukan perubahan pada pertengahan babak kedua dengan memasukkan Kazaki Nagawa, Kasim Botan, dan Isyad Maulana. Maicon Souza, Dieulerinche Tsouka Dozi, dan Firman Juliansyah ditarik keluar.
Semen Padang FC sempat mendapat peluang emas pada menit ke-70 melalui sepakan Kazaki Nagawa. Namun, bola masih membentur pemain belakang Bhayangkara FC.
Gol keempat Bhayangkara FC lahir pada menit ke-73 lewat skema serangan balik cepat. Moussa Sidibe bekerja sama dengan Ryo Matsumura sebelum bola diberikan kepada Bernard Henri Cedric Doumbia yang tanpa pengawalan sukses menaklukkan kiper dan mengubah skor menjadi 4-0.
Baca juga: Jelang Laga Bhayangkara vs Semen Padang, Spartacks: Tiga Pemain Asing Absen, Harapannya Cukup Imbang
Meski tertinggal jauh, Semen Padang FC tetap mencoba tampil menyerang. Isyad Maulana dan Kasim Botan beberapa kali berupaya menekan pertahanan lawan, namun tak membuahkan hasil.
Hingga 90 menit waktu normal dan tambahan waktu empat menit berakhir, skor 4-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC tidak berubah.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara. Sementara Bhayangkara FC naik ke posisi lima besar, menggeser Persebaya dari zona tersebut.(*)