TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan besaran qimat zakat fitrah 1447 Hijriah, Kamis (26/2/2026).
Besaran qimat zakat ini sesuai dengan jenis dan harga beras yang di Kuansing.
Nilai zakat fitrah dalam bentuk uang itu ditetapkan mulai dari Rp 32.500 hingga Rp 50.000 per orang.
Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon, mengatakan, penetapan qimat zakat fitrah dilakukan berdasarkan survei harga 11 jenis beras yang beredar di Kuansing.
Perhitungan zakat fitrah mengacu pada takaran 2,5 kilogram beras per jiwa.
"Dari hasil itu, kita tetapkan qimat zakat fitrah dengan standar 2,5 kilogram per orang. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya akan sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi," katanya.
Qimat zakat yang baru ditetapkan tersebut akan menjadi pedoman bagi umat Islam yang akan membayar zakat fitrahnya di Kuansing.
Ia menegaskan, seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ), masjid hingga seluruh musala di Kuansing wajib menjadikan qimat zakat fitrah ini sebagi acuan.
Baca juga: Besaran Zakat Fitrah 1447 H/2026 M Kemenag Pekanbaru, Mulai Rp 32 Ribu hingga Rp 48.333 per Jiwa
Beras Kuriak Solok Rp 20.000 per kg x 2,5 kg = Rp 50.000 per orang
Beras Anak Daro Solok Rp 19.000 per kg x 2,5 kg = Rp 47.500 per orang
Beras Pandan Wangi Rp 18.000 per kg x 2,5 kg = Rp 45.000 per orang
Beras Kuriak Batu Sangkar Rp 17.500 per kg x 2,5 kg = Rp 43.750 per orang
Beras Anak Daro Paya Kumbuah Rp 17.000 per kg x 2,5 kg = Rp 42.500 per orang
Beras Anak Daro Batu Sangkar Rp 16.500 per kg x 2,5 kg = Rp 41.250 per orang
Beras Bola Naga Rp 16.000 per kg x 2,5 kg = Rp 40.000 per orang
Beras Pulen Rp 15.500 per kg x 2,5 kg = Rp 38.750 per orang
Beras Topi Koky Rp 15.500 per kg x 2,5 kg = Rp 38.750 per orang
Beras Kampung Rp 15.000 per kg x 2,5 kg = Rp 37.500 per orang
Beras Bulog Rp 13.000 per kg x 2,5 kg = Rp 32.500 per orang
Suhelmon juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah tepat waktu sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Kami mengimbau masyarakat agar menunaikan zakat fitrah lebih awal melalui masjid atau UPZ terdekat, sehingga penyalurannya kepada mustahik bisa tepat waktu sebelum salat Ied,” ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com/ Guruh BW)