TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Ratusan guru di Kecamatan Tenggarang melakukan aksi kerja bakti (korve) di gedung perpustakaan SDN Sumbersalam yang ambruk akibat hujan deras.
Aksi dilakukan tiga hari setelah peristiwa ambruknya bangunan yang kondisinya sudah rapuh tersebut.
Ketua PGRI Bondowoso, Suhartono, mengatakan para guru yang terlibat berasal dari PC PGRI Tenggarang dan guru PJOK. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap sekolah yang terdampak bencana.
"Kerja bakti ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Bapak Bupati," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Jembatan Sentong Bondowoso-Jember Ambles, Wagub Jatim Pastikan Perbaikan Dipercepat
Pembersihan dilakukan selama setengah hari. Seluruh guru turun langsung mengevakuasi ratusan buku dan peralatan yang tertimbun reruntuhan sehingga proses berjalan cepat.
Suhartono menyebut, di Bondowoso masih banyak gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Informasi tersebut diperoleh dari laporan para guru di lapangan.
Meski demikian, pihaknya belum memiliki data rinci jumlah pasti sekolah yang rusak. PGRI mendorong pemerintah daerah melakukan survei langsung untuk memperoleh data akurat terkait kondisi bangunan sekolah.
"Karena banyak sekolah yang sangat, sangat membutuhkan rehabilitasi," ujarnya.
Baca juga: Bulog Bondowoso Gelar Gerakan Pangan Murah Ramadan di Seluruh Kecamatan
Gedung Perpustakaan SDN 2 Sumbersalam di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, ambruk pada Senin (23/2/2026).
Diduga penyebabnya adalah kondisi atap bangunan yang sudah tua dan rapuh, ditambah intensitas hujan deras sejak pagi hari.
Sebelumnya, pihak sekolah telah melarang siswa beraktivitas di sekitar gedung karena kondisi bangunan dinilai membahayakan.
Perpustakaan berukuran 7x8 meter tersebut menampung ratusan judul buku, perlengkapan olahraga, bangku, serta dokumen administrasi sekolah yang kini tertimbun material bangunan.