90 Menit PSM hanya Hasilkan 1 Tembakan ke Gawang Persebaya, Tomas Trucha: Waktu yang Sia-sia!
Alfian February 26, 2026 07:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Wajar saja PSM Makassar kalah dari Persebaya Surabaya di pekan 23 BRi Super League 2025/2026.

Laga Persebaya vs PSM Makassar berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam.

Sepanjang 90 menit pertandingan, PSM Makassar tak bisa berbuat banyak.

Tercatat anak asuh Tomas Trucha hanya mendapatkan 5 kali kesempatan tembakan.

Itu pun hanya 1 diantaranya yang mengarah ke gawang Persebaya.

Sementara tuan rumah melepaskan 20 tembakan sepanjang laga.

Enam diantaranya tembakan tepat sasaran dan 1 berbuah gol.

Tomas Trucha merasa pemain PSM Makassar menyia-nyiakan waktu saat kalah dari Persebaya Surabaya.

Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu tak melihat semangat, energi dan keinginan berduel dari skuad Juku Eja.

Hasil tersebut membuat PSM Makassar kembali menelan tiga kekalahan beruntun.

Akibatnya, posisinya tak beranjak dari urutan 13 dengan 23 poin.

Justru, Yuran Fernandes cs berpotensi turun di tangga klasemen kalau Madura United menang di laga lainnya.

Baca juga: Gawat! PSM Makassar Dekati Zona Degradasi Usai 3 Kekalahan Beruntun

Sedangkan Persebaya mengamankan posisi lima dengan 38 poin.

"Terkait laga kita sia-siakan waktu di lapangan. Tidak ada energi kita tunjukkan, tidak ada lari diperlihatkan di lapangan," kata Tomas Trucha saat konferensi pers usai laga.

Padahal dari segi persiapan taktik, Tomas Trucha mengaku timnya telah mengetahui kekuatan Persebaya.

Mulai dari siapa akan dimainkan, bagaimana Persebaya bermain, semua telah dibicarakan.

Namun, satu gol jadi penentu.

Ia pun harus memberikan selamat atas kemenangan Persebaya.

Di lain sisi, PSM Makassar pulang tanpa poin dari lawatan di Surabaya.

"Kita pulang dengan tangan kosong. Kita mulai bekerja mempersiapkan diri ke pertandingan selanjutnya," tutur mantan Pelatih Penang FC ini.

Kendati menghadapi rentetan hasil buruk, Tomas Trucha masih optimis Laskar Ayam Jantan dari Timur bisa bersaing di Super League.
 
"Saya bisa melihat tim yang saya latih sekarang bisa berkompetisi dengan tim mana pun yang ada di liga ini," ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa pertandingan PSM Makassar sebelumnya bermain baik.

Perlawanan sengit diberikan anak asuhnya ketika menghadapi Persija Jakarta, Malut United, Borneo Samarinda FC dan Persib Bandung.

Namun, hasil diinginkan tidak kunjung datang.

Padahal, pemain telah bekerja keras di latihan.

Bahkan, di pertandingan menciptakan peluang.

"Kita merasa frustasi atas hasil ini," ucap pelatih mirip perawakan mantan juru taktik Liverpool Jurgen Klopp ini.

Tomas Trucha menyebut, PSM Makassar bukanlah tim yang mudah dikalahkan dengan skor telak.

Ada tim di Super League keok dengan skor 3-1, 3-0 dan 4-0.

"Kita bukan seperti itu," sebutnya.

Tomas Trucha mengaku semua orang dalam timnya merasakan sakit sekarang atas hasil didapatkan.

Namun, ia tak ingin terus meratapi hal tersebut.

Baginya, ini menjadi pelajaran berharga menatap pertandingan terdekat.

"Kita harus melihat ke depan. Kita ambil pertandingan ini menjadi pelajaran, tamparan keras bagi kita," akunya.

Penyerang PSM Makassar Luka Cumic mengakui performa timnya kurang bagus di babak pertama.

"Harusnya kita berikan energi lebih di pertandingan," katanya.

Di babak kedua, sambung dia, PSM Makassar berusaha mencari gol penyeimbang.

Akan tetapi, gol dinanti tak kunjung datang hingga peluit panjang dibunyikan.

Luka Cumic berjanji memberikan kemenangan untuk klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) di laga selanjutnya.

"Laga selanjutnya berikan 100 persen untuk memenangkan pertandingan," tegasnya.

Daeng Uki: Menyakitkan!

Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ) Uki Nugraha kecewa dengan hasil didapatkan PSM Makassar.

“Tiga kekalahan beruntun sangat menyakitkan. Kita tak pernah menyangka akan seperti ini hasilnya,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com di Wajo Ramadhan Expo (WARE) 2026, Lapangan Merdeka Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (25/2/2025) malam.

Pria akrab disapa Daeng Uki ini meminta evaluasi dilakukan PSM Makassar.

Namun, evaluasi ini bukan mengganti pelatih kepala. Sebab, kompetisi telah memasuki putaran kedua.

Evaluasi dimaksud bagaimana Yuran Fernandes cs kembali ke jalur kemenangan.

“Evaluasi untuk memenangkan pertandingan,” pintanya.

Menurut Daeng Uki, PSM Makassar sulit meraih kemenangan karena tak memiliki striker tajam.

Bisa dilihat serangan dibangun Yuran Fernandes cs selalu alami kebuntuan jika berada di depan gawang,

“Untuk menang harus ada bola tercipta, di PSM Makassar untuk mencetak bola tidak ada. Kita tak punya striker murni,” tuturnya.

Statistik Persebaya Surabaya (1) vs (0) PSM Makassar

41 Penguasaan bola ( persen) 59

6 Tembakan ke gawang 1

20 Total tembakan 5

32 Akurasi tembakan ( % ) 25

213 Umpan sukses 316

67 Umpan gagal 53

5 Tendangan sudut 5

12 Tekel sukses 8

0 Offside 1

13 Pelanggaran 17

2 Kartu kuning 3

0 Kartu merah 0.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.