TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Kelurahan Malalayang Satu Timur, Lingkungan VI, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria pada Rabu (25/2/2026) sore.
Identitas mayat tersebut diketahui berinisial A.J.U. (62), warga Kecamatan Mapanget.
Ia ditemukan tak bernyawa di area parkir samping bangunan sekretariat mahasiswa.
Peristiwa ini bermula pada Rabu sore sekitar pukul 14.30 WITA.
Seorang saksi berinisial R.Y.P. (24) yang hendak berangkat kerja melihat korban tergeletak di samping bangunan sekretariat.
Awalnya, saksi mengira korban hanya sedang beristirahat.
Namun, dirinya curiga karena korban sama sekali tidak bergerak.
R.Y.P. lantas memanggil rekannya, A.M. (21), untuk mengecek kondisi pria tersebut.
Saat diperiksa, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku.
Mengetahui hal tersebut, kedua saksi langsung menghubungi pihak berwajib melalui call center.
Berdasarkan penelusuran polisi, korban diketahui sudah berada di lokasi sejak malam sebelumnya.
"Dari keterangan saksi lainnya, korban diketahui datang ke sekretariat pada Selasa malam dan sempat menginap atas izin penghuni sekretariat," jelas Kapolsek Malalayang, AKP Jusman Mori.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Malalayang bersama Tim Inafis Polresta Manado segera mengamankan lokasi untuk melakukan olah TKP.
“Begitu menerima informasi, personel Polsek Malalayang bersama Tim Inafis Polresta Manado langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolsek, Kamis (26/2/2026).
Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga, terungkap bahwa korban memiliki riwayat medis tertentu.
Anak korban, Y.U., mengonfirmasi bahwa ayahnya mengidap penyakit jantung.
Atas dasar tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk tidak memperpanjang penyelidikan medis.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi serta disaksikan pemerintah setempat,” ungkap AKP Jusman.
Jenazah korban akhirnya dibawa menuju rumah duka di Mapanget pada pukul 17.50 WITA.
Kapolsek mengapresiasi kerja sama warga dan mengimbau agar masyarakat tetap proaktif melaporkan kejadian darurat di lingkungan sekitar.
“Selama kegiatan pengamanan dan olah TKP berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa,” pungkasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini