ITB dan Pemkab Fakfak Jalin Kerja Sama Pendidikan, SDM dan Pembangunan Berkelanjutan
Hans Arnold Kapisa February 26, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak jalin kerja sama bidang pendidikan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan pembangunan berkelanjutan. 

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di  Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB belum lama ini.

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, mengatakan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam percepatan pembangunan daerah di Fakfak Papua Barat.

Dalam sambutannya, Tatacipta Dirgantara, menekankan pentingnya melihat Papua secara lebih utuh dan proporsional.

"Kita kadang menganggap Papua itu hanya satu titik. Padahal, dari Sentani ke Merauke jaraknya seperti dari Jakarta ke Singapura. Papua itu heterogen, beragam, dan persoalannya juga berkelas dunia," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar wilayah Papua merupakan hutan lindung dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. 

"Namun, tantangan pengelolaan SDM masih menjadi pekerjaan bersama," ujarnya. 

Menurutnya, percepatan kemajuan wilayah seperti Fakfak justru memiliki peluang yang besar jika dikelola melalui kolaborasi yang tepat.

"ITB memiliki dua misi besar, yakni menjadi universitas kelas dunia sekaligus tetap relevan bagi bangsa. Kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu wujud komitmen tersebut," katanya.

Baca juga: ITB Kolaborasi dengan Pemkab Fakfak Papua Barat, Perkenalkan Alat GC-MS untuk Mengukur Lemak Pala

Ia mengatakan bahwa menjadi relevan untuk bangsa, berarti harus bermitra dengan Pemerintah Daerah. Ia menyebut Banyak potensi SDM unggul yang lahir dari daerah. 

"Melalui kerja sama ini, ITB membuka peluang afirmasi pendidikan bagi putra-putri daerah Fakfak, termasuk skema beasiswa dari pemerintah daerah untuk talenta unggul yang akan menempuh studi di ITB," jelasnya. 

Ia mengakui, bahwa ITB akan mendukung proses seleksi secara profesional dan transparan. 

Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan kapasitas guru, layanan kepakaran, serta pengembangan riset dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi atas kemitraan ini. 

"Fakfak memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan alam," sebutnya. 

Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Iklim Investasi di Fakfak

Ia mengatakan, orang Fakfak memiliki banyak SDM hebat, namun kebutuhan masyarakat masih banyak yang perlu dipenuhi.

Ia menyoroti salah satu tantangan utama di Fakfak, yaitu ketersediaan air bersih. 

"Selama ini, masyarakat masih mengandalkan air hujan dan sungai, persoalan tersebut belum banyak tersentuh oleh program pengembangan yang terintegrasi," kata Bupati. 

Oleh karena itu, Bupati Samaun berharap kerja sama dengan ITB ini dapat menghadirkan solusi konkret, termasuk untuk persoalan air bersih. 

Selain itu, Fakfak juga memiliki potensi pertambangan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan para ahli ITB. 

"Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kemitraan ini berjalan secara berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," harapnya. 

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang inklusif. 

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, ITB dan Pemerintah Kabupaten Fakfak optimistis dapat berkontribusi tidak hanya bagi kemajuan Fakfak, tetapi juga bagi pembangunan Indonesia secara lebih luas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.