TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui korban bencana banjir di Sukahurip, Ciamis.
Saat dialog dengan warga, Dedi Mulyadi memberikan pesan menohok dan menyentil warga yang sering minta bantuan.
Dalam momen tersebut, sebelumnya terjadi dialog emosional antara warga yang merasa layak menerima bantuan.
Lantas, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Youtube-nya, Kamis (26/2/2026).
Dedi menjelaskan penerima bantuan itu harus yang masuk kategori miskin dan kehilangan mata pencaharian atau akses pendidikan akibat banjir.
Gubernur Jawa Barat itu menegaskan soal kriteria penerima bantuan dan pentingnya skala prioritas bagi warga paling tidak mampu.
“Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya,” imbuhnya.
Dari data penerima bantuan, terungkap bahwa terdapat 250 KK yang diajukan oleh Bupati Ciamis, awalnya hanya 170 KK yang memenuhi syarat verifikasi.
Namun, untuk menghindari perselisihan, Dedi Mulyadi mengambil kebijakan untuk memenuhi seluruh 250 KK tersebut, termasuk sisa 80 KK yang akan diproses dalam waktu dekat.
Meski sudah menjelaskan secara data, tampak warga khususnya ibu-ibu terus berbicara dan mengeluh tak kebagian bantuan tersebut.
Untuk meredam, Dedi Mulyadi menyentil warga yang sering ngotot soal penerimaan bantuan.
“Kalau giliran bantuan semua orang kan ngotot, tapi giliran kerja bakti semua orang mundur,” ujar Dedi Mulyadi menyindir.
Tak sampai di sana, di tengah kerumunan itu warga seolah tak henti mengadu hingga ada warga yang menangis-nangis meminta bantuan Dedi Mulyadi.
Warga tersebut meminta bantuan biaya sekolah anaknya, dan menyebut Dedi Mulyadi orang yang selalu bantu.