Camat Usulkan Rute Bus Sekolah ke Buket Sudan, Kubu & Pante Lhong Peusangan
Saifullah February 26, 2026 07:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Musibah banjir bandang akhir November 2025 lalu terdampak berbagai sektor di Peusangan Siblah Krueng.

Salah satunya para siswa untuk ke sekolah terganggu dan harus naik rakit setiap hari.

Hal tersebut disampaikan Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, ST dalam Musrenbang kecamatan setempat, Kamis (26/2/2026), di aula kantor camat yang sekelilingnya masih berlumpur.

Salah satu usulan diharapkan segera ditangani adalah bantuan bus sekolah rute Buket Sudan–Desa Kubu.

Kemudian bus sekolah rute Pante Lhong, Peusangan.

Camat mengatakan, beberapa hari lalu, ia datang pada pukul 07.00 WIB, ke Lueng Daneun.

Ia melihat banyak siswa naik sepeda motor bertiga dari Buket Sudan ke Desa Kubu, dekat jembatan Pante Lhong yang putus dihantam banjir.

Baca juga: Camat Samalanga Sampaikan Usulan Prioritas dalam Musrenbang Kecamatan, Ini Tanggapan Bupati Bireuen

Setiba di sana, mereka naik boat ketek ke sekolah masing-masing.

“Bagi orang tua satu sepeda motor harus rela jalan kaki karena sepeda motor dipakai anaknya ke sekolah,” tutur Camat Afrizal.

“Kami mengharapkan segera ada bantuan bus sekolah agar siswa tidak terlambat ke sekolah dan juga membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Afrizal, ST juga menyampaikan sejumlah usulan strategis lainnya yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Di antaranya pemeliharaan jalan Alue iet–Pante Karya, rehabilitasi persawahan seluas 170 hektare yang tertimbun lumpur, dan pembangunan ruang terbuka publik di Lapangan Kubu.

Selain itu, pihak kecamatan juga mengusulkan pendataan rumah korban banjir yang belum selesai di Gampong Lueng Daneun.

Baca juga: Musrenbang Gandapura Tetapkan Program Prioritas Infrastruktur dan Penguatan Keagamaan

Pembersihan lumpur di pekarangan rumah warga, penanganan badan jalan di Gampong Pante Baro, Buket Panyang, Blang Mee, serta pembangunan bronjong di sejumlah gampong yang berbatasan langsung dengan Krueng Peusangan.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui dinas terkait dapat menindaklanjuti usulan ini sesuai skala prioritas, terutama yang menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi,” ujar Afrizal.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST dalam sambutan pembukaan menegaskan, bahwa Musrenbang harus menghasilkan program yang terukur, tepat sasaran, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah ke depan harus adaptif dan tangguh terhadap bencana.

“Perangkingan usulan harus objektif agar mampu mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ketua Apdesi Peusangan Siblah Krueng, Razali menyoroti sejumlah persoalan krusial pasca banjir.

Khususnya percepatan pembangunan jembatan guna membuka akses ekonomi masyarakat.

Baca juga: BPK Temukan Penyelewengan Anggaran BBM Bus Sekolah, Dishub Subulussalam Wajib Kembalikan Rp 218 Juta

Ia juga menekankan pentingnya normalisasi persawahan dari endapan lumpur serta pendataan akurat rumah rusak berat, sedang, dan ringan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tepat sasaran.

Musrenbang tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen, Asisten I, unsur DPRK, perwakilan Bappeda, DPMGPKB, Dinas Perkim, Dinas Perikanan, Dispora, Forkopimcam, para keuchik se-Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, pendamping desa, serta pihak puskesmas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.