BOLASPORT.COM - Dua kasta tertinggi Liga Indonesia menghadirkan raja-raja cleansheet hingga Februari 2026 untuk musim 2025-2026.
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam masih memimpin catatan cleansheet Super League 2025-2026.
Di kasta kedua atau Championship, ada nama kiper tim promosi yakni Try Hamdani untuk Kendal Tornado FC.
Teja Paku Alam sendiri masih memimpin daftar cleansheet Super league dengan catatan 13 nirbobol dari 19 pertandingan hingga pekan ke-22.
Artinya ia memiliki presentase 68,4 persen untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan.
Di posisi kedua ada kiper berlabel timnas Indonesia, Nadeo Argawinata yang mengoleksi 8 kali nirbobol.
Berikutnya, ada kiper Bali United Mike Hauptmeijer dengan catatan serupa.
Persaingan menuju sarung tangan emas di akhir musim masih berlanjut pada pekan ke-23 hingga 34 nanti.
Teja bersama Persib akan melawan Madura United pada Kamis (26/2/2026) pada lanjutan pekan ke-23.
Sementara itu di kasta kedua, raja cleansheet Championship bukan dari tim pemuncak klasemen sementara.
Kiper berusia 32 tahun, Try Hamdani menjadi pemimpin catatan Cleansheet yang membela Kendal Tornado FC.
Eks kiper PSS Sleman itu mencatatkan 10 cleansheet hingga pekan ke-20 Championship musim ini.
Catatan ini sebenarnya sama dengan kiper Persipura Jayapura, Adzib Al Hakim.
Namun Try Hamdani mendapatkan 10 cleansheet dengan laga yang lebih sedikit (18) ketimbang Adzib (19).
Uniknya, Try Hamdani masih menunjukkan performa brilian dengan catatan cleansheet dalam 5 laga terakhir beruntun.
Catatan ini juga membawa Kendal Tornado FC tak terkalahkan dalam 5 laga terakhir serta merangsek ke peringkat 4 klasemen sementara grup timur.
Selain performa Try Hamdani yang meningkat, ada satu sosok di baliknya yakni pelatih kiper Joice Sorongan yang juga jadi faktor kunci.
Joice Sorongan didatangkan Kendal Tornado pada bursa transfer paruh kedua musim ini.
Legenda Mitra Kukar itu mengaku memang ingin mengubah cara pandang dan pembacaan kiper dalam situasi permainan.
"Saya lebih memberi pemahaman ke kiper yang sudah ada terkait game play, kata Joice, Selasa (24/2/2026) dalam rilis yang diterima BolaSport.com.
"Bagaimana mereka lebih bisa lagi membaca situasi permainan di lapangan."
"Saya lihat pertama kiper-kiper kita itu kurang di situasi itu."
"Makanya saya ingin mereka lebih punya speed dan duluan membaca permainan."
"Kalau pemain belakang ketinggalan harus cepat membaca situasi itu."
"Karena di level pertandingan seperti ini, mindset itu yang dibutuhkan," tambahnya.
Di Kendal Tornado FC, Joice menempa 4 penjaga gawang.
Selain Try Hamdani, ada Mohammad Yudha, Pualam Bahari dan Husein Akbar.
"Progres bagus ya," kata Joice.
"Di latihan juga saya situasional saja seperti pertandingan."
"Ada shooting datang blocking dan membaca permainan."
"Anak-anak jadi semakin percaya diri sekarang," jelas pelatih asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu.