Bukan Cemburu, Ini Penyebab Adik Aniaya Kakak hingga Tewas di Kelapa Gading, Ibu Ungkap Pemantik
Latif Ghufron Aula February 26, 2026 07:42 PM

- Akhirnya terkuak pemicu seorang adik berinisial MAH (15) tega menganiaya kakak kandungnya, MAR (22) hingga meninggal dunia pada Selasa (24/2/2026).

Ibu kandung korban dan pelaku, Nurul Arifah menceritakan fakta sebenarnya terkait pembunuhan yang terjadi di keluarganya.

Nurul membantah isu yang beredar bahwa sang bungsu menggetok kepala kakaknya dengan palu karena cemburu.

Belakangan memang muncul kabar bahwa MAH cemburu ke kakaknya karena sang kakak diisukan selalu dituruti permintaannya.

Bantah dirinya pilih kasih, Nurul justru menceritakan fakta mengejutkan.

Bahwa ia lebih perhatian kepada pelaku ketimbang korban.

"Itu tidak benar, justru adiknya itu saya full time (perhatian) kepada adiknya. Karena adik ringkih, sering sakit-sakitan jadi saya itu perhatian ke adik. Memang kakak itu kebutuhannya besar karena kuliah, kebutuhan besar jadinya ya biayanya besar. Tapi saya di sisi lain saya menyebutkan 'ini ada tabungan buat kamu loh dek'," ungkap Nurul.

Terkait sosok pelaku, Nurul menyebut MAH adalah anak yang berbakti.

"Anak saya ini dia garda terdepan untuk ibunya. Kalau ibunya disakiti dia pasti yang membela ibunya mati-matian, soalnya membela kebenaran," ujar Nurul.

Pun dengan sosok korban yakni si sulung, Nurul sangat bangga terhadap MAR.

Kenal karakter anaknya dengan baik, Nurul bercerita bahwa sifat pelaku dan korban berubah sejak beberapa tahun terakhir.

Pemicunya adalah karena ulah sang ayah yang selingkuh.

Perselingkuhan sang ayah lah yang membuat perangai kakak adik itu berubah menjadi temperamen.

Terutama si bungsu, Nurul mengaku tak menyangka MAH tega menganiaya kakaknya hingga tewas.

"Anak baik, ini pelaku ataupun adiknya ini, rajin sholat, rajin mengaji, rajin taklim, rajin ke masjid. Ya itu mungkin dalam keadaan lapar dan kekesalan sakit hati terhadap ayahnya, itu menyebabkan emosi tidak terkendali, jadi kesal dengan ayahnya, yang ada di depannya seperti kakaknya ibunya kena imbasnya," akui Nurul.

Lebih lanjut, Nurul menceritakan soal awal mula konflik di keluarganya.

Yakni tiga tahun lalu, suaminya selingkuh dengan pelakor bahkan sampai nikah siri.

Perangai buruk sang ayah itulah yang membuat kakak adik, MAH dan MAR emosinya jadi labil.

"Memang tiga tahun belakangan ini kami di keluarga ada permasalahan keluarga. Di mana bapaknya tergoda oleh pelakor, perselingkuhan, pada akhirnya nikah siri dengan perempuan lain. Yang menyebabkan itu semua kendali emosi kepada kedua anak saya yang tidak karuan sekali," ungkap Nurul.

Polemik rumah tangga itu kian memanas beberapa bulan ke belakang.

Penyebabnya karena suami Nurul itu bak ingin menghilang dari anak-anaknya.

"Apalagi ditambah tujuh bulan ini bapaknya memblokir akses kepada anaknya. Tidak menafkahi, tidak menghubungi secara kontak, via telepon ataupun WhatsApp. Jadi anak kedua ini sakit hati. Jadi emosi tidak terkendali. Kalau ada permasalahan kakak beradik ini ya cepat marahnya," pungkas Nurul.

Selama belasan tahun diakui Nurul, dua anaknya itu memang sering bertengkar tapi karena hal-hal sepele.

"(Kakak dan adik sering berantem) Cuma hal-hal sepele saja, misal handuk di kamar, hanya sepele saja. Seperti wajarnya yang lain," imbuh Nurul.

Adapun terkait dengan hari kejadian yakni momen pembunuhan, Nurul pilu menceritakannya.

Nurul menyesal karena tidak bisa menyelamatkan putra sulungnya.

"Cuma barangkali di hari h itu si adiknya itu habis bangun tidur, mungkin dalam keadaan puasa itu laper, kakaknya nasehatin jangan masuk ke kamar adiknya, dia (adik) dengan kata goblok, jadi langsung cepat aja gerakannya, cepat sekali. (Adik) mengatakan di Polres juga enggak sadar melakukan itu, dan menyesal sekali melakukan itu kepada kakaknya," kata Nurul.

"Iya, iya, (saya) sudah melerai, tapi gerakannya cepat sekali," sambungnya.

Sembari menangis, Nurul pun meminta maaf kepada almarhum anaknya.

"Maafkan Umi enggak bisa menyelamatkan waktu itu," ujar Nurul.

(*)

# penganiayaan # kakak # adik # kelapa gading

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.