Ritual Bersih Kampung di Amagarapati Flores Timur, Pemimpin Daerah Tekankan Persatuan dan Keamanan
Nofri Fuka February 26, 2026 07:47 PM

TRIBUNFLORESCOM, LARANTUKA – Rabu, 25 Februari 2026, masyarakat Kelurahan Amagarapati, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, melaksanakan Ritual Adat Bersih Kampung di Pusara Pekuburan Nenek Moyang PatiGarama. 

Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.40 Wita hingga 17.30 Wita dengan situasi aman dan kondusif.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, antara lain Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, Ketua DPRD Albertus Ola Sinour, S.Pd, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra S.I.K, Dandim 1624 Flores Timur Letkol Inf Erly Merlian, S.IP, serta sejumlah pejabat pemerintahan, aparat keamanan, tokoh adat, dan seluruh masyarakat setempat.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado menyampaikan ritual dimulai dengan persiapan di Rumah Adat Suku Diaz Alffi, diikuti proses penyembelihan hewan persembahan. Selanjutnya, dilakukan sambutan dari para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat, serta prosesi pemberian bensa (tanda di dahi) kepada masyarakat yang hadir. 

 

Baca juga: Kantor Imigrasi akan Hadir di Kota Nagi Larantuka Flores Timur

 

 

Kegiatan ditutup dengan prosesi pemberian makan kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan.

Para tokoh menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, mengedepankan persatuan, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan. 

Mereka juga mengajak masyarakat untuk mendukung aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah Flores Timur.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Amagarapati, seperti Vidje Odjan, Yukius Paru, Buto Kabelen, dan Alkus Kabelen, menyoroti peran pemuda dalam menghentikan pertikaian, mengedepankan musyawarah dan menghindari kekerasan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Ritual Bersih Kampung ini memiliki beberapa tujuan strategis: Pelestarian budaya dan tradisi leluhur, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di masyarakat, memohon keselamatan dan kedamaian, serta terhindar dari marabahaya bagi seluruh warga dan memulihkan situasi sosial pasca dinamika yang sempat terjadi, menjaga kondisi tetap aman dan kondusif.

Acara ini juga dimanfaatkan oleh tokoh adat untuk menyampaikan pesan persatuan, menjaga stabilitas keamanan, dan memperkuat ikatan sosial. 

Kegiatan serupa akan segera dilaksanakan di Kelurahan Postoh, yang kemudian akan diikuti oleh Ritual Sumpah Adat sebagai upaya penyelesaian masalah antara kedua kelurahan dengan pendekatan adat Lamaholot.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kesadaran akan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan konflik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.