SPPG Margomulyo Sleman Layani MBG Kering dan Basah Saat Ramadan
Joko Widiyarso February 26, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Joni Prasetyo memastikan gizi pada Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap seimbang. 

Joni mengatakan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.501, terdiri dari 2.967 siswa jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK, 281 guru dan tenaga kependidikan, dan 253 ibu hamil dan menyusui. Tersebar di beberapa Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan.

Ia mengakui ada sedikit perbedaan antara MBG basah dan MBG kering. Mekanisme MBG basah dilakukan dengan dimasak di dapur SPPG dan didistribusikan dalam kondisi siap santap pada hari yang sama. 

Sementara MBG kering berupa makanan bergizi seimbang yang lebih tahan simpan, dan didistribusikan dengan sistem pengemasan higienis.

“Berapa menu (MBG kering), kami masih tetap masak, misal ayam katsu, telur rebus. Menu MBG kering tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang, misalnya sumber karbohidrat berupa biskuit fortifikasi atau roti gandum, protein berupa susu UHT, telur, keju, dan produk olahan protein,” katanya, Kamis (26/2/2026).

“Sumber vitamin dan mineral berupa buah segar. Kami mengupayakan produk lokal dan mengurangi UPF (ultra processed food). Buah dari petani lokal, misal belimbing, jeruk, jambu kristal, kelengkeng. Untuk roti, kami berkolaborasi dengan UMKM sekitar,” sambungnya.

Ia menerangkan penentuan menu MBG kering diseleksi ketat oleh ahli gizi SPPG Margomulyo, dan mengikuti standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional serta pedoman gizi seimbang nasional.

Asupan gizi harus cukup 

Menurut dia, asupan gizi yang cukup sangat penting bagi pelajar, terutama dalam menjaga konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta mencegah kelelahan berlebih selama ibadah puasa.

“Menu selama puasa dirancang untuk membantu pemulihan energi setelah seharian beraktivitas di sekolah. Kami memastikan menu yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung kesehatan dan performa belajar anak-anak,” terangnya.

Menariknya, SPPG ini juga melayani sekolah yang menginginkan MBG basah untuk buka puasa. Namun, sekolah harus mengajukan tujuh hari sebelum distribusi. Hal itu karena berkaitan dengan penyusunan anggaran dan siklus menu.

“Ada juga sekolah request untuk buka puasa, jadi kami siapkan menu basah. Kami tidak keberatan, kami melayani dengan sepenuh hati. Secara teknis kami bisa melayani menu kering dan basah. Alhamdulillah komunikasi yang kami jalin dengan sekolah selama ini cukup baik,” pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.