Semarak Ramadan di Natuna, Puskesmas Ranai Ingatkan Warga Selektif Pilih Menu Berbuka
Dewi Haryati February 26, 2026 08:23 PM

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Warga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan (Kepri), diimbau lebih selektif dalam memilih takjil dan menu berbuka puasa selama Ramadan 1447 Hijriah. 

Jangan mudah tergoda warna mencolok atau tampilan menarik, namun pastikan makanan yang dibeli higienis, tertutup, dan aman dikonsumsi.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, menyusul kembali ramainya aktivitas berburu takjil di ibu kota Ranai, menjelang waktu berbuka.

Dari pantauan Tribunbatam.id, aneka ragam takjil dan menu berbuka membanjiri sudut-sudut ibu kota kabupaten tersebut.

Mulai dari kolak, es buah, kue manis, gorengan, hingga aneka kue basah, tersaji di lapak-lapak dadakan yang berjejer di pinggir jalan.

Suasana ini menjadi pemandangan khas setiap kali Ramadan tiba. 

Warga tampak antusias memilih hidangan berbuka, sementara para pedagang memanfaatkan kesempatan untuk meraup rezeki musiman.

Namun di balik semarak Ramadan tersebut, aspek kesehatan dan keamanan pangan tetap menjadi perhatian.

Nazri mengingatkan terutama pedagang agar memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan pengawet berbahaya, dan diproses secara higienis.

“Pastikan tidak menggunakan formalin atau zat berbahaya lainnya. Cara memasak juga harus diperhatikan kebersihannya. Selain itu tempat penitipan jualan harus bersih, tidak ada lalat, dan makanan sebaiknya selalu tertutup,” ujarnya saat dijumpai Kamis (26/2/2026). 

Ia pun menegaskan, peran konsumen sama pentingnya dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadan.

“Pastikan makanan yang dibeli higienis dan tertutup. Jangan tergoda warna yang mencolok atau tampilan yang menarik, tapi ternyata mengandung zat berbahaya. Lebih selektif memilih menu berbuka agar kesehatan tetap terjaga,” kata Nazri.

Untuk memberikan rasa aman, Puskesmas Ranai akan melakukan pemeriksaan takjil Ramadan pada awal Maret mendatang. 

Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim Puskesmas Ranai dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.

“Kita rencanakan akan melakukan pemeriksaan takjil Ramadan di awal bulan depan," ujarnya.

Menurutnya, pengawasan takjil merupakan agenda rutin setiap tahun, seiring meningkatnya jumlah makanan yang dijual selama bulan puasa.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.

“Yang namanya jualan, kita tidak tau bagaimana proses pembuatannya. Sekarang ini tempat titip kue juga banyak, bahan bakunya seperti apa, itu yang perlu kita pastikan. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah makanan yang dijual aman atau tidak dikonsumsi,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas akan mengambil sampel makanan untuk diuji menggunakan sanitarian kit. 

Beberapa parameter yang diuji antara lain kandungan formalin, boraks, serta zat pewarna berbahaya seperti Metanil Yellow dan Rhodamin B yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

Zat-zat tersebut diketahui dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan zat berbahaya, pihak puskesmas akan menelusuri sumbernya dan langsung menyampaikan hasil temuan kepada pedagang untuk ditindaklanjuti.

“Dari tahun ke tahun relatif aman. Tahun kemarin hanya ditemukan E Coli atau bakteri fekal yang bisa menyebabkan sakit perut dan diare, itu pun lebih ke persoalan higienitas,” tutup Nazri. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.