TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Warung Kopi (Warkop) Azzahrah Makassar.
Warkop Azzahrah menjadi sorotan karena menunggak pajak hingga ratusan juta.
Warkop ini dikenal luas sebagai tempat nongkrong masyarakat.
Bahkan banyak pejabat memilih Warkop Azzahrah sebagai tempat ngopi di Makassar.
Warkop ini tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga berbagai menu makanan dan minuman.
Mulai dari minuman panas dan dingin, mi instan.
Baca juga: Tunggakan Pajak Warkop Azzahrah dan Assauna Makassar Capai Ratusan Juta
Skala usaha dan jumlah cabang membuat Warkop Azzahra tidak lagi dikategorikan sebagai usaha mikro.
Melainkan masuk dalam objek pajak restoran atau pajak makan dan minum sesuai ketentuan peraturan daerah.
Kepala Bidang Koordinasi, Pengawasan, dan Perencanaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Zamhir Islamie Hatta, menyampaikan ketentuan dalam peraturan daerah secara tegas membatasi kategori UMKM.
Yakni jumlah tenaga kerja maksimal lima orang dan omzet usaha tidak melebihi Rp5 juta.
“Kalau omzetnya saja mencapai Rp4 juta per hari, itu sudah jelas tidak mungkin lagi disebut UMKM,” tegas Zamhir.
Wakop Azzahrah memiliki sekitar 14 cabang yang beroperasi di Makassar.
Namun hanya satu cabang yang selama ini tercatat membayar pajak restoran.
“Azzahrah itu cuma satu cabang yang membayar, padahal cabangnya ada belasan,” ungkapnya.
Azzahrah diketahui menggunakan mekanisme self assessment.
Di mana pelaku usaha melaporkan sendiri besaran pajak yang wajib disetorkan berdasarkan omzet usaha.
Namun hingga kini, laporan pajak dari sebagian besar cabang Azzahra belum diterima secara lengkap oleh pemerintah daerah.
“Kita belum bisa pastikan nilainya berapa karena dia melaporkan sendiri. Tapi kalau melihat skala usaha dan jumlah cabangnya, kemungkinan tunggakannya juga ratusan juta rupiah,” jelasnya.
Jika tidak ada iktikad baik dari pihak Azzahra untuk segera menyelesaikan kewajiban pajaknya, maka opsi penutupan jadi pilihan akhir.
Profil Warkop Azzahrah
Warkop Azzahrah merupakan jaringan usaha warung kopi (warkop) yang beroperasi di Kota Makassar.
Warkokp ini dikenal dengan kopi tradisional paling populer di Makassar yang telah berdiri sejak tahun 2008.
Ia dikenal salah satu warkop yang buka sejak subuh.
Tempat ini menjadi favorit warga lokal untuk sarapan dan nongkrong pagi.
Warkop ini telah melakukan ekspansi besar-besaran dengan memiliki belasan cabang di berbagai titik di Makassar.
Beberapa lokasi populernya antara lain: Jl Bandang, Antang, CPI, Monginsidi, Ratulangi, dan Laccukang.
Warkop ini terkenal dengan kombinasi cita rasa tradisional dan harga terjangkau mulai dari Rp3.000 untuk kue.
Ia menyediakan sekitar 20 jenis kue segar setiap hari, seperti Jalangkote, Barongko, Risol, Onde-onde, dan Taripang.
Warkop ini juga menyiapkan Wifi gratis.