Kontribusi Mitigasi Perubahan Iklim, UIM Kerjasama Proyek FOLU
Muh Hasim Arfah February 26, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA – Universitas Islam Makassar (UIM) resmi mengukuhkan peran strategisnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim nasional.

Bertempat di Hotel Pullman Jakarta Central Park, delegasi UIM menghadiri prosesi Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Proyek FOLU NC 2&3 Periode Ketiga, Rabu (25/2/2026).  

Kegiatan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Nomor 19 Tahun 2026 tentang penetapan Implementing Partner periode ketiga untuk program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Program ini didanai melalui skema kerja sama Indonesia-Norwegia yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).  

Delegasi Strategis UIM

Dalam seremoni penting ini, penandatanganan PKS dilakukan oleh Ketua Program Studi Kehutanan UIM sekaligus koordinator program, Asjulia SHut MP yang secara resmi membawa institusi ini sebagai salah satu mitra pelaksana (Implementing Partner) di tingkat nasional.

Ia hadir didampingi oleh tim yang terdiri dari Muh Ichwan Kadir SHut MHut (Koordinator Teknis)
Herawaty SHut MHut (Penggelola Dana Oprasional). 

Baca juga: UIM Al Gazali Cetak 547 Lulusan Baru, Terbanyak Fakultas Teknik

Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan tinggi universitas, yakni Wakil Rektor II UIM, Badruddin Kaddas, MAg PhD yang hadir mewakili Rektor, serta Dekan Fakultas Pertanian UIM, Dr Ir Herman Nursaman MP.

Kehadiran para pimpinan ini menegaskan dukungan penuh universitas terhadap program pelestarian hutan dan peningkatan cadangan karbon nasional.

Sinergi untuk Masa Depan Hijau

Acara dibuka oleh Dr Ir Mahfudz MP, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan selaku Ketua Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Dalam sambutannya, ditekankan bahwa kolaborasi lintas sektor—termasuk akademisi—sangat krusial dalam mencapai target penyerapan emisi sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Forestry and Other Land Use) pada tahun 2030.  

UIM bergabung bersama 10 mitra pelaksana terpilih lainnya, termasuk Biro Hukum Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dalam periode ketiga ini.  

Dengan penandatanganan ini, Universitas Islam Makassar melalui Program Studi Kehutanan berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan rencana kerja yang selaras dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.