Samsat di Semarang Sepi usai Ramai Gerakan Stop Bayar PKB di Medsos
Vito February 26, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabar kantor pelayanan Samsat di Jateng sepi ramai beredar di media sosial, bersamaan dengan makin masifnya gerakan 'stop bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jateng'.

Diketahui, gerakan di medsos itu muncul berkait dengan penerapan pajak opsen PKB sebesar 66 persen di provinsi ini, yang membuat pembayaran pajak tahunan meningkat signifikan.  

Pantauan Tribun Jateng di Samsat Semarang 1, Jalan Brigjend Sudiarto, Semarang, Kamis (26/2), sekira pukul 13.45, kantor pelayanan itu tampak lebih lengang dari biasanya.

Dari parkir depan, ruang-ruang parkir lebih banyak yang kosong. Sementara menuju ke area pelayanan, warga yang duduk mengantre cukup dihitung dengan jari.

Satu petugas Samsat Semarang 1 mengeklaim, pelayanan tetap berjalan normal dan tidak terdampak isu yang beredar.

Ia menyebut, aktivitas pembayaran pajak kendaraan bermotor masih berlangsung seperti biasa, dan masyarakat tetap antusias memanfaatkan layanan yang tersedia.

"Sampai saat ini berjalan dengan normal, masyarakat masih antusias untuk melakukan pembayaran pajak. Jadi tidak ada kendala, kami juga lakukan pelayanan dengan baik," katanya.

Menurut dia, suasana yang terlihat lebih sepi pada siang hari itu dipengaruhi oleh jam operasional selama Ramadan yang lebih singkat, yakni hingga pukul 14.00. Pada kondisi normal, pelayanan di Samsat Induk berlangsung hingga pukul 15.00.

"(Terlihat cukup lengang-Red) karena mungkin ini sudah agak siang ya, karena ini Ramadan kami tutup pukul 14.00, biasanya sebelum Ramadan tutupnya pukul 15.00," jelasnya.

Petugas itu menuturkan, pada hari-hari ini terjadi penurunan jumlah wajib pajak yang datang. Hal itu dinilai dipengaruhi faktor kebutuhan masyarakat di momen Ramadan.

Selain itu juga pola kunjungan yang biasanya ramai pada minggu pertama dan kedua setiap bulan.

"Mungkin menjelang Ramadan banyak kebutuhan, dan tanggalnya kan tanggal tua ya. Biasanya ramai itu minggu pertama dan kedua, (warga) antusias, ramai banget," klaimnya.

Selain itu, ia berujar, kepadatan di kantor Samsat Induk telah terurai karena adanya pembagian layanan ke sejumlah gerai.

Pembayaran pajak tahunan dapat dilakukan di berbagai gerai Samsat yang tersebar di beberapa titik, seperti kawasan Simpanglima, Tlogosari, serta melalui layanan Samsat Keliling. 

"Terutama di gerai, itu ramai, bahkan di sini banyak gerai juga kan. Ini (Samsat Semarang 1) agak sepi kenapa? Karena sudah terpecah-pecah di gerai-gerai. Ya seperti di Simpanglima, Ciputra, Tlogosari, di Samsat Keliling kan ada juga," bebernya.

"Jadi itu untuk memecah antrean atau kepadatan wajib pajak di Induk, mereka sudah pada tahu pembayaran yang dekat di mana. Kecuali 5 tahunan ya, pasti datang ke sini," terangnya.

Berkait dengan jumlah transaksi harian, petugas itu menyatakan, data resmi perlu merujuk pada catatan pemda, dan tidak dapat disampaikan secara langsung tanpa verifikasi.

"Kalau itu perlu dicek dulu. Data belum langsung disajikan," tukasnya. (Idayatul Rohmah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.