Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) merespons keluhan warganet terkait layanan digital iPusnas yang sulit diakses hingga hari ini dan menegaskan pemulihan terus dilakukan secara bertahap.

Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso mengemukakan pihaknya terus melakukan penguatan layanan digital iPusnas melalui pembaruan teknologi dan peningkatan sistem keamanan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan pengetahuan digital yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digital agar masyarakat dapat mengakses koleksi pengetahuan secara nyaman, aman, dan berkelanjutan. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat atas keterbatasan akses yang terjadi selama proses penguatan sistem berlangsung," katanya di Jakarta, Kamis.

Joko menambahkan, penguatan layanan dilakukan melalui penyesuaian arsitektur sistem agar iPusnas dapat beroperasi lebih optimal dan andal. Upaya tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan membaca digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, proses penyesuaian sistem dilakukan secara terukur agar layanan dapat kembali berjalan optimal. Perpusnas memastikan keamanan koleksi digital tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan penguatan layanan.

Sebagai bagian dari proses tersebut, Perpusnas juga melakukan migrasi sistem dan pengujian keamanan dengan pendampingan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspek keamanan layanan digital tetap terjaga dan mampu menghadapi berbagai potensi risiko siber.

Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa peningkatan pengguna menjadi salah satu dasar penting dilakukannya pembaruan sistem. Menurutnya, pembaruan dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi sekaligus memastikan layanan tetap stabil.

"Penguatan sistem dilakukan melalui pembaruan arsitektur, migrasi data, dan pengujian keamanan agar layanan semakin optimal. Proses pengujian juga dilakukan secara bertahap sebelum layanan dipulihkan secara penuh," kata Wiratna.

Di tengah proses penguatan sistem, pemanfaatan iPusnas tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpusnas, iPusnas saat ini memiliki sekitar 134.309 judul koleksi dengan total 1.480.649 salinan digital, serta mencatat 770.106 pengguna baru sepanjang 2025.

Sejalan dengan proses tersebut, Perpusnas menargetkan pemulihan layanan iPusnas dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pengujian selesai. Versi Android direncanakan kembali aktif lebih dahulu, kemudian disusul versi iOS dan web secara bertahap.

Selain iPusnas, seluruh layanan Perpusnas baik daring maupun luring tetap berjalan normal dan dapat diakses masyarakat. Layanan digital lain seperti BintangPusnas Edu, e-Resources, Khastara, serta chatbot Tanya Pustakawan juga tetap beroperasi sebagaimana mestinya.

Dalam pengelolaan layanan digital, Perpusnas juga terus memastikan mekanisme peminjaman berjalan adil bagi seluruh pihak. Sistem iPusnas telah dilengkapi teknologi Digital Rights Management (DRM) untuk menjaga keseimbangan layanan bagi perpustakaan, penulis, dan penerbit.

Ke depan, Perpusnas berkomitmen terus memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi. Literasi digital diharapkan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatannya secara etis, bertanggung jawab, dan produktif.