TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isuzu Indonesia berambisi terus meningkatkan penguasaan pangsa pasar di bisnis kendaraan niaga di Indonesia di 2026.
"Kita tetap percaya diri tapi dengan tetap hati-hati. Target market share kita di 2026 menjadi lebih dari 30 persen," kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di acara media gathering di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Di 2025, IAMI meraih pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29 persen yang sebanyak 47.5 persennya dikontribusi oleh penjualan pikap medium Isuzu Traga terhadap total penjualan.
Penjualan Isuzu di 2025 juga ditopang oleh volume penjualan truk ringan Isuzu Elf sebesar 23,7 persen dan truk medium duty Isuzu Giga sebesar 18,2 persen.
Atsunori Murata, Business Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan, Isuzu masih bisa pertahankan market share 29 persen di 2026 karena dukungan tim yang solid di semua lini.
"Ini berkat kerjasama yang kuat seluruh tim di ekosistem Isuzu. Tahun 2026 ini kita berharap market share lebih bagus lagi didukung dengan tim yang bekerja profesional," ungkap Atsunori.
Dia mengatakan, Isuzu memiliki pasar yang sangat bagus di industri logistik dan marketplace. "Kita melihat peluang bagus di industri FMCG," sebutnya.
President Director PT IAMI Masayasu Hideshima mengatakan strategi perusahaan di 2026 akan tetap difokuskan pada kebutuhan pelanggan dan memperkuat posisi Isuzu di segmen kendaraan komersial.
Baca juga: Impor 105.000 Kendaraan dari India, Isuzu Ingatkan Dampak ke Ekosistem Industri Otomotif Nasional
Dia menilai 2025 merupakan tahun yang penuh dinamika diwarnai oleh kondisi ekonomi yang fluktuatif, kebutuhan konsumen truk yang terus berkembang, serta persaingan yang semakin ketat di industri kendaraan niaga.
Menurutnya, dengan strategi yang disiplin dan fokus pada kebutuhan pelanggan, Isuzu akan tetap mampu bertahan sekaligus menjaga performa bisnis tetap solid.
Baca juga: Gaikindo: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga dari India Berpotensi Ganggu Ekosistem Industri
Anton Rusli, Vice President Director PT IAMI menambahkan, untuk menjaga performa di 2026, Isuzu akan terus berusaha memastikan agar kendaraan yang digunakan customer tetap beroperasi maksimal.
"Perbedaan utama konsumen kendaraan niaga dulu dan sekarang, untuk sekarang konsumen menuntut kendaraan niaga dengan kualitas yang lebih baik dan lebih terkustomisasi sesuai karakter bisnisnya dan juga minta proses pembeliannya tak ribet," kata Anton.
"Demand konsumen sekarang sudah berbeda, keinginannya berbeda," dia menambahkan.
Di pasar ekspor, Isuzu Indonesia mencatat kenaikan performa melalui ekspor Traga sejak 2019 ke Filipina lalu meluas ekspor ke 25 negara.
"Dan di 2026 ini kita akan tambah negara tujuan tapi masih dalam tahap diskusi. Kita berkomitmen berkontribusi untuk Indonesia untuk memperbanyak volume ekspor," ungkap Anton.