Ibu Sebut Konflik Rumah Tangga Jadi Pemicu Emosi Adik Sebelum Habisi Kakak di Kelapa Gading
Satrio Sarwo Trengginas February 27, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Konflik rumah tangga yang berlangsung selama bertahun-tahun disebut menjadi pemicu tekanan emosional pelaku sebelum kasus penganiayaan maut terhadap kakak kandung terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hal itu diungkapkan ibu korban sekaligus ibu pelaku, Nurul Arifah, saat memberikan keterangan terbaru terkait tragedi yang menewaskan MAR (22) usai dianiaya adiknya MAH (15).

Nurul mengatakan persoalan keluarga yang berlarut-larut membuat kondisi emosional kedua anaknya kerap tidak stabil.

Menurutnya, konflik rumah tangga dipicu perselingkuhan sang ayah yang menyebabkan pertengkaran dalam keluarga selama sekitar tiga tahun terakhir.

"Sudah tiga tahun rumah tangga kami cekcok karena perselingkuhan ayahnya. Anak-anak sakit hati dan kesal, jadi emosinya sering meluap," ujar Nurul, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, kemarahan kedua anaknya kerap dilampiaskan di lingkungan rumah karena mereka tidak lagi memiliki ruang komunikasi dengan ayahnya.

Nurul mengungkapkan, selama tujuh bulan terakhir anak-anaknya tidak dapat berkomunikasi maupun bertemu dengan sang ayah.

Kondisi tersebut membuat beban emosional anak-anak hanya tersalurkan di dalam keluarga yang kini tinggal bertiga.

Ia juga membantah isu adanya perlakuan pilih kasih yang disebut sebagai pemicu pertengkaran antara kakak dan adik tersebut.

Menurut Nurul, perhatian justru lebih banyak diberikan kepada pelaku karena kondisi kesehatannya yang sering mengalami gangguan lambung dan menjalani pengobatan.

"Kalau dikatakan pilih kasih itu tidak benar. Saya justru lebih fokus ke adiknya karena sakit-sakitan," katanya.

Nurul menegaskan kedua anaknya dikenal sebagai pribadi baik dan tumbuh dalam lingkungan religius.

Ia menyebut keduanya rajin beribadah serta memiliki latar belakang pendidikan pesantren.

"Kedua-duanya anak baik. Ini murni karena emosi dan miskomunikasi yang terjadi sangat cepat," ucapnya.

Pada hari kejadian, pertengkaran disebut terjadi secara tiba-tiba hingga berujung kekerasan fatal.

Nurul mengaku sempat berusaha meminta pertolongan warga sekitar, namun situasi berlangsung cepat sehingga tidak dapat dicegah.

Ia berharap peristiwa yang menimpa keluarganya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar konflik rumah tangga tidak berdampak pada kondisi psikologis anak.

Nurul juga menekankan pentingnya peran kedua orang tua dalam tetap hadir mendampingi anak meski terjadi perpisahan dalam keluarga.

Korban MAR mengalami luka berat di bagian kepala setelah dipukul menggunakan palu oleh adiknya sendiri, MAH di dalam rumah mereka.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB setelah mendapatkan penanganan medis.

Pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur telah diamankan dan kasusnya kini ditangani Polres Metro Jakarta Utara.

Berita terkait

  • Baca juga: Kesaksian Ibu Soal Penganiayaan Maut Adik Terhadap Kakak di Kelapa Gading, Bantah Pilih Kasih
  • Baca juga: Adik Pelaku Pembunuhan Kakak di Kelapa Gading Diamankan Polisi
  • Baca juga: Teriakan Ibu Pecah di Kelapa Gading, Konflik Saudara Berujung Duka
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.