Bubarkan Arena Judi Sabung Ayam di Maospati, Polres Magetan Pastikan Ramadan Aman & Tenang
Alga W February 27, 2026 01:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Polres Magetan berkomitmen dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan suci Ramadan dengan tindakan tegas terhadap segala bentuk praktik perjudian.

Dalam operasi terbarunya, pihak kepolisian membongkar berbagai jenis perjudian yang meresahkan warga di wilayah hukum Kabupaten Magetan.

Fokus utama penindakan kali ini menyasar praktik judi konvensional maupun modern.

Baca juga: Audit Dana Desa 2025, Inspektorat Panggil Camat hingga Pj Kades Banyukapah: Masih di Tahap Ekspose

Salah satu capaian signifikan adalah pembubaran arena judi sabung ayam yang berlokasi di wilayah hukum Polsek Maospati.

Pembubaran dipimpin langsung Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, pada Selasa (24/2/2026), sekitar pukul 15.30 WIB, di Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Saat petugas tiba di lokasi, orang-orang yang diduga tengah melakukan aktivitas sabung ayam langsung membubarkan diri.

Dalam pembubaran tersebut, petugas tidak berhasil mengamankan pelaku.

Namun sejumlah barang bukti berhasil diamankan di lokasi, yakni:

6 ayam

8 kisau rotan

1 kisau kain

1 kain pembatas

2 buah keranji

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bagun Prakasa menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam aktivitas haram tersebut, terlebih saat masyarakat akan menyambut bulan suci.

"Judi apapun, judi slot, judi kartu, termasuk sabung ayam. Alhamdulillah kita sudah berhasil melakukan kegiatan pembubaran kegiatan sabung ayam di wilayah hukum Polsek Maospati," tegas Erik dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi agar pelaksanaan ibadah puasa di wilayah Magetan berjalan dengan tenang tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres juga mengingatkan bahwa perjudian hanya akan membawa dampak negatif bagi ekonomi keluarga dan stabilitas sosial.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan terkait perjudian di lingkungan masing-masing.

"Saya menghimbau, bulan Ramadan isi dengan kegiatan positif, jauhkan diri dari tindak pidana apapun," ucapnya.

"Kita harapkan nantinya masyarakat bisa merasa nyaman di bulan suci Ramadan ini sampai Hari Raya Idul Fitri nanti," pungkas Erik.

Baca juga: Kesalahan Kejari Probolinggo dalam Kasus Guru Honorer Dipenjara Imbas Rangkap Jabatan sampai SP3

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.