Orang Utan Berusia 40 Tahun di AS Harus Disuntik Mati Karena Kanker Meradang
GH News February 27, 2026 05:08 AM
Jakarta -

Kabar duka datang dari Como Park Zoo & Conservatory di Amerika Serikat. Seekor orang utan Sumatera berusia 40 tahun bernama Jambu yang telah lama menjadi penghuni kebun binatang tersebut, menjalani eutanasia atau pengakhiran hidup secara manusiawi pada Kamis lalu.

Keputusan itu diambil setelah tim dokter hewan menemukan massa kanker di bagian hatinya. Jambu lahir di Audubon Zoo, New Orleans, sebelum dipindahkan ke Como Park pada musim semi 1995.

Dikutip dari , Jumat (27/2/2026) sejak pertama kali datang ke kebun bintang itu, Jambu menjadi salah satu satwa yang paling dikenal pengunjung di St. Paul.

Jambu dikenal lewat panggilan panjangnya, yakni vokalisasi khas orang utan jantan untuk menandai keberadaan dan menunjukkan dominasinya di alam liar.

"Setiap hari dia akan mengumumkan kehadirannya dengan suara panggilannya yang panjang dan sungguh luar biasa mendengarnya," ujar perawat primata di Kebun Binatang Como, Megan Elder.

Menurut para perawatnya, Jambu memiliki karakter konyol, manis, dan kreatif meski bertubuh besar. Ia juga dikenal bermata ekspresif dengan pembawaan yang tenang.

Jambu hidup bersama pasangan betinanya, Markisa. Dari pasangan ini lahir dua anak betina, Kemala dan Jaya. Pihak kebun binatang menyebut, kepergian Jambu akan dirasakan oleh keluarga dan kelompoknya.

Elder yang telah merawat Jambu selama 23 tahun, mengenangnya sebagai sosok yang sangat terikat dengan keluarganya dan ayah yang sabar serta gemar bermain. Ia menilai hal itu tidak umum, karena sebagian besar orang utan jantan tidak memiliki kedekatan kuat dengan anak-anaknya.

Selain dikenal penyayang, Jambu juga memiliki kebiasaan unik. Ia gemar menyantap buah-buahan, pernah mengajari Kemala menenun kain melalui sela jaring kandang, serta menyukai perawatan kuku. Bahkan, ia kerap menunjukkan kukunya kepada penjaga untuk mendapatkan manikur dan pedikur.

Dari hasil awal nekropsi (pemeriksaan setara autopsi pada hewan) menunjukkan adanya beberapa massa kanker di hati, usus, dan usus besar. Dalam beberapa waktu terakhir pun perilakunya juga dilaporkan mengalami perubahan.

Sebagai informasi, rata-rata usia orang utan Sumatera jantan di alam liar sekitar 30 tahun. Namun, di penangkaran, spesies ini dapat hidup lebih lama dan saat dewasa, orang utan jantan berukuran jauh lebih besar dibanding betina dan memiliki bantalan pipi lebar yang menjadi ciri khasnya.

@detiktravel Kabar duka datang dari Como Park Zoo & Conservatory di Amerika Serikat. Seekor orangutan Sumatera berusia 40 tahun bernama Jambu harus menjalani eutanasia atau pengakhiran hidup secara manusiawi pada Kamis lalu. Keputusan itu diambil setelah tim dokter hewan menemukan massa kanker di bagian hatinya. Hasil awal nekropsi (pemeriksaan setara autopsi pada hewan) menunjukkan adanya beberapa massa kanker di hati, usus, dan usus besar Jambu lahir di Audubon Zoo, New Orleans, sebelum dipindahkan ke Como Park pada musim semi 1995. Semenjak itu, Jambu menjadi salah satu satwa yang paling dikenal pengunjung di St. Paul. Menurut para perawatnya, Jambu memiliki karakter konyol, manis, dan kreatif meski bertubuh besar. Ia juga dikenal bermata ekspresif dengan pembawaan yang tenang. Kepergian Jambu akan dirasakan oleh keluarga dan kelompoknya. Selain dikenal penyayang, Jambu juga memiliki kebiasaan unik. Ia gemar menyantap buah-buahan, mengajari menenun kain melalui sela jaring kandang, serta menyukai perawatan kuku. Bahkan, ia kerap menunjukkan kukunya kepada penjaga untuk mendapatkan manikur dan pedikur. Selamat jalan, Jambu. #orangutan #konservasi ♬ original sound - detikTravel
Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.