Ramai Produk Kurma Disebut Mengandung Sirup Glukosa, Amankah Dikonsumsi?
GH News February 27, 2026 05:08 AM
Jakarta -

Beredar narasi di media sosial X yang menyebut produk kurma mengandung sirup glukosa dan dijual secara bebas di pasaran. Narasi tersebut diunggah oleh akun @SeputarTetangga pada Kamis (19/2/2026) dan disertai tangkapan layar label komposisi produk yang memicu pertanyaan warganet terkait transparansi informasi bahan.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti perbedaan keterangan pada label asli dan label tambahan berbahasa Indonesia.

"Ada yang bisa jelaskan? Di label asli, ada tertera bahan lain. Kenapa di label tambahan yg bahasa Indonesia cuma di-list buah kurma? Bukannya mesti ditulis semuanya ya? Gak semua orang ngerti arti yg di atas, taunya ini kurma tanpa tambahan apapun. Atau glucose syrup conservative e202 itu something yg naturally occur pada kurma?" tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran netizen untuk mengonsumsi kurma kemasan dengan kandungan glukosa lantaran bisa memicu lonjakan gula darah saat berbuka puasa.

"Ya ampun kurmanya ditambahin gula cair dan potassium sorbate (pengawet)," kata seorang netizen @reve***

Kurma sejuta umat karena gampang ketemunya. Pantes terlalu manis," demikian kata netizen @nina*****

Apa fungsi sirup glukosa di kurma?

Menanggapi hal tersebut, Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Nuri Andarwulan, menjelaskan penambahan sirup glukosa pada kurma umumnya bertujuan untuk membuat kurma menjadi lebih lembap (moist), teksturnya lebih empuk, serta memberikan rasa yang lebih manis.

Penambahan sirup glukosa juga dapat memperpanjang umur simpan kurma.

"Umur simpan kurma menjadi lebih lama karena glukosa menurunkan jumlah air bebas sehingga jamur (mikroba yang paling mudah tumbuh di kurma) dihambat pertumbuhannya," ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).

Amankah dikonsumsi?

Spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH mengingatkan kandungan sirup glukosa berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama pada pengidap diabetes. Karena itu, pengidap diabetes perlu lebih cermat saat memilih kurma dengan membaca label kemasan secara teliti untuk memastikan apakah produk tersebut mengandung sirup glukosa atau tidak. Jika terdapat kandungan sirup glukosa, sebaiknya dihindari.

Menurutnya, secara umum kurma berlapis sirup glukosa masih aman dikonsumsi oleh orang sehat. Namun, ia tetap menyarankan memilih kurma yang tidak dilapisi sirup glukosa.

"Memang badan POM mengizinkan penggunaan sirup glukosa untuk mengawetkan buah-buahan," ucapnya saat dihubungi terpisah, Rabu (25/2/2026).

"Saran saya sebaiknya tetap pilih kurma yang tidak dilapisi sirup glukosa. Meskipun aman dikonsumsi pada orang normal. Baca baik-baik bungkus kemasannya," lanjutnya lagi.

Ciri-ciri kurma mengandung sirup glukosa dan batas konsumsinya

Prof Nuri menjelaskan secara fisik kurma yang dilapisi sirup glukosa umumnya tampak lebih lembap dan mengilap dibandingkan kurma tanpa tambahan.

"Kandungan gulanya lebih tinggi, rasanya lebih manis," ucapnya.

Terkait jumlah konsumsi, ia menyarankan porsi kurma yang wajar saat berbuka puasa sekitar 1-3 butir atau setara 5-20 gram. Sementara itu, bagi pengidap diabetes, konsumsi perlu lebih dibatasi dan satu butir kurma dinilai sudah cukup.

Senada, dr Aru menyarankan konsumen lebih selektif dalam memilih produk. Menurutnya, kurma tanpa pelapis sirup glukosa biasanya tidak terlalu mengilap, bertekstur lebih lembut, dan tidak terlalu lengket. Ia juga mengimbau masyarakat untuk membaca label kemasan dengan saksama serta membeli kurma di tempat penjualan yang terpercaya.

"Biasanya yg tanpa pelapis sirup glukosa kurmanya lembut dan tidak lengket. Beli di tempat penjualan kurma yg terpercaya," ucapnya.

"(Secara umum) boleh 3 butir atau lebih (mengonsumsinya). Tergantung jenis kurmanya. Bila kurmanya sangat manis sebaiknya jangan terlalu banyak," katanya lagi.

Apa kata BPOM RI?

Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Eka Rosmalasari, mengatakan bahwa mengacu pada regulasi, sirup glukosa dapat ditambahkan pada buah kering, termasuk kurma, selama produk tersebut memenuhi sejumlah persyaratan.

"Mendapatkan izin edar, sesuai dengan yang didaftarkan, serta ⁠diinformasikan dengan jelas pada label," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (24/2/2026).

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan riwayat penyakit masing-masing, terutama bagi penyandang diabetes.

Kurma Mengandung Sirup Glukosa
6 Konten
Media sosial kembali gaduh, kali ini terkait produk kurma yang ternyata mengandung sirup glukosa sebagaimana tercantum di label nutrisinya. Rupanya, penambahan sirup glukosa lazim dilakukan antara lain untuk memperpanjang masa simpan.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.