TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita harus bermalas-malasan.
Namun, tak bisa dipungkiri bahwa perubahan pola makan dan tidur seringkali membuat tubuh terasa lunglai, terutama di siang hari.
Agar ibadah tetap maksimal dan pekerjaan tetap lancar, Anda perlu menyiasatinya dengan baik.
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah 'bahan bakar' utama Anda untuk beraktivitas selama belasan jam ke depan.
Melewatkan sahur hanya akan membuat cadangan energi menipis lebih cepat.
Pilih menu karbohidrat kompleks untuk menu sahur Anda.
Misalnya nasi merah, oatmeal, atau ubi.
Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga kenyang lebih lama.
Sumber protein semisal telur, tempe, atau daging ayam juga membantu memberi rasa kenyang yang stabil.
2. Penuhi Hidrasi dengan Rumus 2-4-2
Dehidrasi adalah penyebab utama pusing dan lemas saat puasa.
Gunakan rumus 2-4-2 untuk memastikan kebutuhan 2 liter air per hari terpenuhi.
Yakni dua gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari secara bertahap hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur
Baca juga: Dampak Kesehatan Bila Langsung Tidur Setelah Makan Sahur
3. Hindari Makanan Terlalu Manis dan Berminyak
Mungkin sulit menolak gorengan dan kolak, tapi makanan tinggi gula sederhana menyebabkan sugar crash.
Gula darah akan melonjak cepat lalu turun drastis, yang justru membuat Anda merasa lemas dan mengantuk tak lama kemudian.
4. Tetap Bergerak Aktif (Olahraga Ringan)
Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Lakukan aktivitas fisik intensitas rendah seperti jalan santai atau peregangan ringan sekitar 30 menit sebelum berbuka.
Ini membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.
5. Perhatikan Kualitas Tidur
Kurang tidur bisa mengacaukan hormon rasa lapar dan metabolisme.
Jika memungkinkan, lakukan power nap (tidur singkat) selama 15–20 menit di jam istirahat siang untuk menyegarkan otak tanpa membuat tubuh terasa berat saat bangun. (*)