Peringati Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Takengon Bangun Sumur Bor di 2 Desa Terdampak Bencana
Mawaddatul Husna February 27, 2026 08:50 AM

TribunGayo.com, TAKENGON - Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tengah terus bergulir. 

Kali ini, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon menghadirkan solusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak melalui pembangunan sumur bor di dua kampung yakni Mendale, Kecamatan Kebayakan dan Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kamis (26/2/2026).

Dua kampung tersebut terdampak bencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera pada November 2025. 

Hampir 100 kepala keluarga (KK) tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan salah satu persoalan utama yang dihadapi warga adalah kesulitan memperoleh air bersih.

Bantuan sumur bor diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Takengon, T Teguh Abdi dan turut disaksikan Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Ferizal.

Program ini merupakan bagian dari bakti sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76. 

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Imigrasi Takengon menunjukkan peran aktif institusi dalam membantu masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga aksi sosial kemanusiaan.

T Teguh Abdi menyampaikan, penyediaan sumur bor menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam mendukung pemulihan pascabencana, terutama dengan memastikan ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan vital masyarakat.

“Semoga dengan ketersediaan air bersih yang terjamin, dapat mengurangi kekhawatiran akan sanitasi dan kesehatan.

Sehingga warga bisa fokus menata kembali masa depan yang lebih baik setelah ujian bencana yang melanda,” ujarnya.

Warga Alami Kesulitan Air Bersih

Sementara itu, Reje Kampung Mendale, Syaifullah, mengungkapkan bahwa sejak bencana November 2025, warga mengalami kesulitan air bersih karena sumber air yang ada menjadi keruh dan tidak layak pakai.

“Setelah terjadinya bencana, setiap hari airnya keruh dan tidak dapat digunakan lagi,” katanya.

Menurutnya, kehadiran sumur bor dengan sumber air yang lebih jernih dan layak konsumsi sangat membantu aktivitas warga sehari-hari. 

Pemerintah kampung pun berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Penyerahan bantuan berlangsung tertib dan lancar.

Diharapkan, fasilitas air bersih tersebut mampu menjadi bagian dari langkah awal kebangkitan warga Mendale dan Toweren Uken dalam menata kembali kehidupan pascabencana. (***Alga Mahate Ara***)

Baca juga: Belum Ada Perbub, Retribusi Parkir di Aceh Tengah 2 Bulan Terakhir Tak Masuk PAD

Baca juga: 3.428 KK Korban Bencana di Aceh Tengah Dapat Bantuan Isi Hunian dan Stimulus Ekonomi Rp27,4 Miliar

Baca juga: Dishub Aceh Tengah Tegaskan Pungutan Parkir Tepi Jalan Saat Ini Ilegal, Warga Diminta Jangan Bayar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.