Saat Para Pemulung Diajak Bukber di Hotel Berbintang Bersama Tokoh Perempuan
Hasanudin Aco February 27, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) menggelar kegiatan buka puasa bersama para pemulung dan anak yatim piatu di Hotel Heritage (Grand Cempaka), Jumat (26/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penegasan nilai kesetaraan martabat manusia di bulan suci Ramadan.

Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Sejumlah tokoh perempuan Indonesia, para pendiri serta pengurus Gerakan Srikandi Indonesia hadir bersama puluhan pemulung yang sehari-hari bekerja di ruang-ruang kota.

Kegiatan tersebut juga menggandeng Dompet Dhuafa.

Ketua Umum GSI, Dewie Yasin Limpo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda buka puasa, melainkan pernyataan sikap moral organisasi dalam memandang rakyat kecil.

“Di mata GSI, pemulung bukan warga kelas bawah. Mereka adalah pekerja keras dan subjek perjuangan yang berhak diperlakukan setara dan bermartabat,” ujar Dewie dalam sambutannya.

Alasan Pilih Hotel Mewah

Menurut Dewie, pemilihan hotel berbintang sebagai lokasi acara mengandung pesan simbolik yang kuat. 

GSI ingin menunjukkan bahwa fasilitas yang selama ini dianggap eksklusif sejatinya bukan hanya milik segelintir orang.

“Kami ingin para pemulung merasakan bahwa mereka setara. Bahwa mereka tidak perlu merasa rendah diri hanya karena pekerjaannya. Justru dari kerja keras itulah martabat dan kontribusi mereka lahir,” katanya.

Dewie menambahkan, GSI berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya rasa percaya diri di kalangan pemulung agar mampu berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian dan kehidupan sosial.

“Bangsa ini tidak akan benar-benar maju jika rakyat kecil tidak ikut diangkat martabat dan kesejahteraannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dipanjatkan doa bersama untuk bangsa Indonesia. GSI juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan yang merata.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GSI, Mella Noviani, menyatakan bahwa kegiatan ini menegaskan peran GSI sebagai gerakan perempuan yang tidak hanya berbicara soal kesetaraan gender, tetapi juga hadir langsung bersama rakyat kecil.

“Melalui kegiatan ini, GSI ingin membangun solidaritas dan memperjuangkan keadilan sosial secara nyata,” ujar Mella.

Ia menjelaskan, buka puasa bersama pemulung di hotel berbintang merupakan refleksi komitmen GSI dalam mengubah cara pandang publik terhadap kelompok yang selama ini terpinggirkan.

“Kami ingin menegaskan bahwa pemulung tidak boleh lagi dipandang sebagai warga kelas bawah. Mereka adalah bagian terhormat dari masyarakat dengan kontribusi nyata,” katanya.

Mella menambahkan, ruang-ruang yang selama ini dianggap eksklusif sejatinya adalah ruang bersama. Setiap warga negara berhak hadir tanpa stigma dan diskriminasi. “Kesetaraan bukan slogan, tetapi harus dirasakan secara nyata. Pemulung berhak duduk, dilayani, dan dihormati seperti siapa pun,” tegasnya.

Menurut Mella, kebangkitan ekonomi dan sosial hanya mungkin terjadi jika martabat manusia terlebih dahulu diangkat. Pemulung, kata dia, bukan objek bantuan, melainkan subjek pembangunan.

“Ketika mereka percaya diri, mereka bisa bangkit dan berkontribusi lebih luas bagi perekonomian dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Dari kalangan peserta, Ummiyati, pemulung asal Ceger, Jurang Mangu Barat, Tangerang Selatan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Ummi itu menyebut ini pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di hotel berbintang.

“Tentu senang karena ini baru pertama kali. Begitu ada ajakan dari teman-teman sesama pemulung untuk buka puasa bersama GSI, saya langsung mengiyakan,” ungkapnya.

Ummi mengaku pendapatannya dari memulung tidak menentu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada GSI atas undangan dan perhatian yang diberikan.

“Ya harapannya semoga ke depannya GSI semakin maju, semakin jaya,” ucapnya polos.

Melalui kegiatan ini, GSI menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama rakyat kecil dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam perjalanan menuju Indonesia yang lebih adil dan berkeadilan sosial.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.