TRIBUNTRENDS.COM - Kasus pembacokan yang terjadi di UIN Suska Riau pada Kamis (26/2/2026) tengah jadi sorotan. Korban bernama Farradhilla Ayu Pramesti, sedang pelaku adalah Raihan Mufazzar.
Raihan membacok Farra dengan sebuah kapak ketika korban sedang mempersiapkan ujian munaqosah di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Sekitar pukul 08.00 WIB pagi, Raihan tiba-tiba datang membawa kapak dan langsung menyerang Farra.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku memang berniat membunuh korban. Ditanyai terkait motif, berdasarkan hasil pendalaman, ternyata pelaku merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban.
"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh, red) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.
Seorang teman melalui akun Instagram @hunniekind_ mengungkap kesaksian tentang apa yang terjadi antara Farra dan Raihan. Menurut akun tersebut, kedekatan Farra dan Raihan terjadi sejak keduanya terlibat KKN di lokasi yang sama.
Baca juga: Bersimbah Darah, Mahasiswi UIN Riau yang Dibacok Kabur Lewat Jendela, Pelaku Alami Ledakan Emosi
Raihan disebutnya sebagai sosok yang pendiam dan sulit bergaul dengan teman yang lain. Farra ketika itu berusaha mengajak Raihan bergaul dan sering memberikan perhatian kepadanya.
Berikut cerita yang diungkap @hunniekind_:
"Disclaimer ini untuk ngasi keterangan lanjut terkait kasus ini:
1. Mereka berdua cuma sekedar kenalan saat pertama jumpa, satu fakultas, sebelumnya ga pernah ketemu atau ngobrol, baru mulai ngobrol pas meet KKN.
2. Pelaku intovert, susah berbaur, nunduk terus pas meet, kalau gak diajak ngobrol dia nggak mau ngobrol cuih.
3. Pas KKN, posko cewek cowok dipisah, beberapa hari pas KKN diadakan rapat di posko cewek karena lebih besar ruangannya, si pelaku Raihan ini sudah buat berinteraksi, si korban ni dengan niat baiknya ngajak si pelaku ngomong, nah kayaknya pelaku nggak pernah digituin cewek makanya langsung terbawa hati atau baper, padahal dia tahu korban ada cowok.
4. Pertengahan sampai akhir KKN, korban dan pelaku dekat kaya orang pacaran, tapi nggak pacaran, korban nggak mau selingkuh, dia nggak mau sedekat itu sama pelaku, cuma hal tersebut untuk kelancaran proker kelompok KKN mereka biar si Raihan ni gak diam-diam aja, jadi korban terus baik-baikin Raihan biar terus kerja sama, meskipun mengorbankan dirinya sendiri, intinya pelaku cuma mau diajak sama Fara, sama yang lain dia nggak mau.
Meskpin sama ketua kelompok sekalipun, tapi memang beda kalau pas disuruh sama korban, pelaku kayak lebih excited, bukan berarti dia nggak mau disuruh sama yang lain, pelaku juga nggak terlalu pendiam banget, masih mau bercanda-canda sama yang lain.
5. Pas udah mau selesai KKN, pelaku mulai kelihatan bibit obsesnya dan korban udah nggak nyaman, pelaku mulai nungguin korban selesai kelas, kayak bener-bener ngejar banget, dan korban udah coba kasih closure ke pelaku.
6. Puncaknya di grup KKN, korban nebgirim undangan sempro KKN. Tepat hari ini ternyata pelaku sudah menyusun rencana untuk melakukan aksinya," tulis akun tersebut.
Baca juga: Sosok Raihan Mufazzar, Mahasiswa UIN Suska Riau yang Bacok Teman Mahasiswi Gegara Cinta Ditolak
Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.
"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.
Mantan Kasat Reskrim Polres Inhil ini mengungkap, saat kejadian, korban sedang sendirian berada ruangan itu. Pelaku lantas datang membawa sebilah kapak dan menganiaya korban.
Anggi berkata, pelaku diduga sudah merencanakan aksi sadisnya tersebut. Pasalnya disebutkan Anggi, pelaku membawa 2 senjata tajam (Sajam) sekaligus yakni jenis kapak dan parang.
Namun yang digunakan pelaku, adalah kapak.
"Kami sekarang sedang mendalami terkait motif dan kronologinya nanti akan segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," sebut Anggi.
Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.
Baca juga: Mahasiswi Dibacok di Riau Gara-gara Pelaku Tak Terima Korban Punya Pacar, Disebut Kenal dari KKN
Sementara itu, suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi.
Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Bekas darah yang mulai mengering itu, menyebar di beberapa titik.
Berdasarkan pantauan, sejumlah personel kepolisian hilir mudik di sekitar lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. (Tribun Trends/Tribun Pekanbaru)