Inilah 5 Keistimewaan dan Manfaat yang Didapat Umat Islam Jika Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat
Indry Panigoro February 27, 2026 12:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memasuki Jumat kedua di bulan Ramadan 2026, umat Islam di Sulawesi Utara memanfaatkan momentum istimewa ini untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca Surat Al Kahfi.

Surat Al Kahfi dikenal sebagai salah satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki banyak keutamaan, terutama jika dibaca pada hari Jumat.

Apalagi ketika bertepatan dengan puasa Ramadan, pahala amalan diyakini semakin berlipat.

"Ini waktu yang baik untuk membawa Surah Al Kahfi," kata Fahmiati Ismail, warga Singkil, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) via WhatsApp, Jumat (27/2/2026).

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya oleh Allah SWT yang menerangi antara dua Jumat.

Berikut lima keutamaan membaca Surat Al Kahfi

1. Terhindar dari Fitnah Dajjal

Salah satu keutamaan paling dikenal adalah perlindungan dari fitnah Dajjal. Dalam sejumlah hadits disebutkan, siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat atau menghafal sepuluh ayat pertamanya akan dijaga dari fitnah Dajjal.

Fitnah Dajjal digambarkan sebagai ujian besar menjelang hari kiamat. Karena itu, membaca Surat Al Kahfi secara rutin menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar terhindar dari kesesatan.

2. Mendapat Cahaya di Antara Dua Jumat

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pembaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang menyinari antara dua Jumat.

Para ulama menjelaskan bahwa cahaya ini menjadi simbol petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT, terlebih saat dijalankan di bulan Ramadan yang penuh rahmat.

3. Diampuni Dosa-dosa Kecil

Dalam riwayat lain disebutkan, orang yang membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat akan diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat.

Artinya, amalan ini menjadi salah satu sebab penghapus dosa kecil yang dilakukan selama sepekan, apalagi jika disertai dengan puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadan.

4. Rumah Terlindungi dari Gangguan Setan

Disebutkan pula dalam riwayat bahwa rumah yang dibacakan Surat Al Kahfi dan Surat Al Baqarah akan terjaga dari gangguan setan pada malam tersebut.

Momentum Ramadan, termasuk di wilayah Sulawesi Utara, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ibadah keluarga di rumah dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an.

5. Disinari Cahaya di Hari Kiamat

Keutamaan lainnya adalah dipancarkannya cahaya bagi orang yang membaca Surat Al Kahfi, yang kelak akan menerangi dirinya pada hari kiamat.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, cahaya orang-orang beriman akan bersinar di hadapan mereka sebagai tanda keselamatan dan rahmat dari Allah SWT.

Karena itu, di Jumat kedua Ramadan ini, umat Islam termasuk di Sulawesi Utara dianjurkan untuk mengisi waktu puasa dengan membaca Surat Al Kahfi sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih berbagai keutamaannya.

Bacaan Surah Al Kahfi Ayat 1-10 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 Bismillahirrahmanirrahim

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ - ١

al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ - ٢

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ - ٣

mākiṡīna fīhi abadā

Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ - ٤

wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا - ٥

mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا - ٦

fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

 اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلً ٧ 

innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ - ٨

wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا - ٩

am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا - ١٠

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.