Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah telah lama ditunggu oleh seluruh umat Islam termasuk yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.
Korban terdampak bencana banjir bandang dan longsor di kabupaten tersebut masih belum sepenuhnya pulih.
Sarana ibadah hingga rumah mereka juga ikut terdampak oleh musibah yang terjadi akhir November 2025.
Meski dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah mengajak warga untuk benar-benar melaksanakan aktivitas puasa dengan ikhlas.
Ketua MPU Aceh Tengah, Tgk Amri Jamaluddin menerangkan amalan ikhlas puasa bukan karena keinginan duniawi namun lebih kepada menjaga kemurnian hati kepada pemilik-Nya.
"Menurut Imam Al Ghazali ikhlas adalah meninggalkan hiruk pikuk dunia," jelas Tgk Amri kepada TribunGayo.com, Kamis (26/2/2026).
Amalan ikhlas tersebut dianggap menjadi penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan sampai nanti umat Islam benar-benar bertaqwa.
"Ikhlas ini menentukan orang-orang yang lepas dari Ramadhan menjadi orang yang bertaqwa," tutup Tgk Amri.
Hingga Senin (12/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 14 kecamatan dan 295 kampung terdampak langsung.
14 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah yaitu Atu Lintang, Bebesen, Bies, Bintang, Celala, Jagong Jeget, Kebayakan, Ketol, Kute Panang, Linge, Lut Tawar, Pegasing, Rusip Antara dan Silih Nara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi.
Maka jumlah warga terdampak mencapai 234.710 jiwa, dengan 25 orang meninggal dunia dan 3 orang dinyatakan hilang.
“Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak besar pada kelompok rentan, diantaranya 61 ibu hamil, 305 ibu melahirkan, 143 ibu menyusui, 360 balita, 136 bayi, dan 634 lansia,” kata Mustafa Kamal menjawab TribunGayo.com.
Dari sisi pengungsian, lanjutnya, tercatat 40 titik pengungsian dengan jumlah 5.414 jiwa mengungsi, termasuk 587 penduduk non Aceh Tengah.
Selain itu, sebanyak 10.914 jiwa di 1 kecamatan dan 24 kampung masih berada dalam kondisi terisolir akibat rusaknya akses transportasi.
Kerusakan harta benda tercatat cukup signifikan meliputi:
Kerusakan infrastruktur juga meluas, dengan rincian 306 ruas jalan rusak, 179 titik jembatan rusak, dan 130 jaringan irigasi terdampak.
Selain itu, terdapat 235 tiang listrik rusak, jaringan listrik terganggu di 44 desa, serta 47 desa mengalami gangguan akses telekomunikasi. (*)
Baca juga: Banjir Rendami Kampung Mendale Aceh Tengah, Warga Sempat Panik
Baca juga: MPU Aceh Tengah: Jadikan Ramadhan 2026 Momen Pembersihan Diri dan Peningkatan Takwa
Baca juga: MaTA Dorong Kejagung Selidiki Pengadaan Sapi Bantuan Presiden di Aceh Tengah