Detik-detik Penemuan Beberapa Potongan Tubuh Manusia di Bali: Dari Kepala, Dada hingga Bagian Paha
Dewi Agustina February 27, 2026 09:33 AM

Potongan tubuh manusia ditemukan di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali, Kamis (26/2/2026).

Potongan tubuh itu diduga sebagai korban mutilasi.

Dalam satu hari ditemukan beberapa potongan tubuh diduga korban yang sama.

Awalnya bagian kepala pertama kali ditemukan terdampar di pinggir pantai.

Lalu berturut-turut ditemukan bagian kaki, dada hingga bagian paha.

Detik-detik Penemuan Potongan Tubuh

Berikut detik-detik penemuan beberapa bagian tubuh manusia dikutip dari Tribun Bali.

 

Korban Mutilasi di Bali_3
KORBAN MUTILASI - Potongan tubuh manusia ditemukan di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali, Kamis (26/2/2026). Potongan tubuh itu diduga sebagai korban mutilasi.
  • Kamis (25/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, Perbekel Ketewel, Putu Gede Kusuma Negara, bersama Kepala Dusun Pabean, Made Pranca, tengah melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi jogging track dan area pantai di sepanjang Pura Dalem Ketewel. 

Perbekel adalah istilah yang digunakan di Bali untuk menyebut kepala desa. 

Secara umum, perbekel memiliki fungsi yang sama dengan kepala desa di daerah lain di Indonesia, yaitu memimpin pemerintahan desa, mengurus administrasi, serta melayani masyarakat di tingkat desa. 

  • Tiba-tiba mereka melihat sebuah benda mencurigakan mengambang dan terdampar di bibir muara sungai. 
  • Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah potongan kepala manusia yang sudah terpisah dari tubuhnya.
  • Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menyatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat. 

"Benar, telah ditemukan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben. Penemuan awal berupa potongan kepala yang terdampar di pinggir pantai," ujar Kombes Pol Ariasandy saat dihubungi Tribun Bali.

  • Selanjutnya dilakukan penyisiran oleh tim gabungan.
  • Satu jam setelah penemuan kepala, tepatnya pukul 11.00 Wita, petugas kembali menemukan potongan telapak kaki kanan yang terbawa arus laut di lokasi yang sama. 
  • Penyisiran yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis ini kemudian membuahkan hasil yang lebih spesifik mengenai ciri-ciri fisik korban. 
  • Petugas menemukan bagian dada, bahu kanan, serta bahu kiri bagian depan hingga lengan.
  • Pada bagian kulit yang masih tersisa, polisi menemukan petunjuk untuk mengidentifikasi identitas korban, yakni dua buah tato. 
  • Kombes Pol Ariasandy mengungkapkan terdapat gambar religius dan simbol waktu pada potongan lengan dan bahu tersebut.

"Dari penyisiran di TKP, ditemukan potongan dada, bahu kanan, dan kiri bagian depan sampai lengan. Adanya tato dengan gambar Bunda Maria, serta tato bergambar lingkaran yang menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu bagian lengan korban," jelasnya.

  • Kemudian bagian tubuh lainnya kembali ditemukan.
  • Potongan paha yang mengapung serta organ dalam yang terdiri dari tulang rusuk, usus, dan hati yang terserak di pinggir pantai. 

Identitas lengkap korban masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim kepolisian.

Seluruh bagian tubuh yang telah ditemukan itu lalu dievakuasi ke RS Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar guna dilakukan identifikasi.

"Potongan tubuh dievakuasi ke RS Sanglah untuk diidentifikasi oleh tim DVI Biddokkes Polda Bali," ujarnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Hal ini untuk membantu mempercepat pengungkapan kasus mutilasi tersebut.

Adapun ciri-ciri korban di antaranya ada tato bergambar Bunda Maria dan jam angka Romawi di lengan korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.