Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bulan suci Ramadan menjadi ajang bagi para pedagang menjual dagangan yang diminati masyarakat saat puasa.
Seperti Saepudin, pedagang kerupuk yang memanfaatkan momen puasa untuk memproduksi kerupuk mie.
Pria berusia 66 tahu itu memang penjual kerupuk, namun saat bulan suci Ramadan ia mengkhususkan menjual kerupuk mie.
Menurutnya, kerupuk mie lebih diminati dibandingkan kerupuk lain karena menjadi menu untuk buka puasa.
Kerupuk-kerupuk mentah digoreng di rumahnya yang berada di Kampung Kaum Pandak, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Hari-hari biasa mah kerupuk yang lain, kalau kerupuk (mie) ini hanya bulan puasa aja," ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Sejak ia menjadi penjual kerupuk, setiap tahunnya di bulan puasa selalu memanfaatkan momen tersebut.
Hal itupun sudah dilakukannya sejak 15 tahun lalu selama Saepudin menjadi penjual kerupuk setelah tak lagi menjadi pekerja bangunan.
Usaha kerupuk tersebut dijalani berdua bersama sang istrinya dengan pembagian tugas masing-masing.
Saepudin bertugas menjemur dan menggoreng kerupuk, sedangkan istrinya bertugas untuk mengemas kerupuk yang sudah matang
"Kalau saya merintis sendiri, orang tua engga usaha gini, berdikari lah. Kerja dibangunan kan gak kuat udah tua, sempet di bangunan dulu mah," katanya.
Dalam sehari, ia mampu menggoreng 25 kilo kerupuk mie mentah yang perkilonya berisi sekitar 150 biji.
Kerupuk mie berwarna kuning yang sudah matang jual ke pengecer dengan harga Rp1.200 per bijinya.
"Sehari abis, sehari abis, lumayan meningkatlah penjualan selama puasa ini. (Keuntungan) Paling Rp200 ribu (perhari)," katanya.