TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Plt Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, akhirnya angkat bicara terkait kondisi Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMKN 4 Tarakan yang menempati bekas gudang dan sempat viral di media sosial.
Hasanuddin mengatakan pembangunan RKB di SMKN 4 Tarakan sebenarnya sudah dianggarkan di tahun 2025 dan bahkan sempat masuk dalam proses lelang melalui LPSE. Namun, proyek itu akhirnya tidak jadi dikerjakan tahun 2026 ini karena waktu pelaksanaan dinilai tidak lagi mencukupi.
“Karena proses kemarin tidak cukup waktunya. Kita tahu ada workplace kemarin, tidak mengerjakan dulu apa dan sebagainya. Sehingga bulan Agustus baru mau dimulai,” ungkap Hasanuddin.
Jika dihitung dari sisi teknis, pembangunan gedung bertingkat dengan jumlah RKB yang cukup banyak membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ia menyebut perhitungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menunjukkan waktu pengerjaan tidak akan cukup apabila dipaksakan dimulai pertengahan tahun.
Baca juga: Anggota DPRD Kaltara Soroti SMKN 4 Tarakan: Jangan Sampai Siswa Belajar Seperti di Kandang Kambing
“Kalau hitung-hitung, kan dia bertingkat ya. PPK-nya hitung-hitung, waktu pasti tidak cukup. Makanya kita undurkan dulu,” ucap Hasanuddin.
Hasanuddin menegaskan, keputusan menunda pembangunan diambil agar proyek tidak mangkrak di tengah jalan.
“Kami berprinsip bahwa anggaran itu lebih baik silpa, tidak dipakai, daripada dipakai tapi tidak selesai,” tegasnya.
Terkait besaran anggaran, Hasanuddin mengungkapkan pembangunan RKB tersebut sebelumnya dialokasikan sekitar Rp7 hingga Rp8 miliar.
“Kalau persisnya, kemarin kita menganggarkan sekitar Rp7 miliar hingga ke Rp8 miliar,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengisyaratkan kemungkinan adanya penyesuaian anggaran ke depan.
Baca juga: Tak Hanya Berdebu, Ruang Kelas Ikut Kebanjiran, Siswa SMKN 4 Tarakan Berharap Dibangun yang Layak
“Mungkin bertambah, karena semakin tahun semakin naik harga-harga,” tambahnya.
Hasanuddin memastikan pembangunan RKB di SMKN 4 Tarakan tetap menjadi prioritas, namun pelaksanaannya diundur ke tahun depan.
“Insya Allah kita anggarkan tahun depan. Karena tahun ini kita tahu sendiri sama-sama, kondisi keuangan kita tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, Disdikbud Kaltara akan memprioritaskan pembangunan ruang kelas tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
“Sehingga insya Allah kami prioritaskan tahun depan,” katanya.
Saat ditanya lebih lanjut soal detail pembangunan, Hasanuddin menyebut rencana pembangunan RKB baru cukup banyak, termasuk menggantikan ruang yang saat ini memanfaatkan eks gudang.
“Berapa yang dalam gudang itulah. Karena dia tinggi lantai. Kalau tidak salah yang kemarin dipermasalahkan itu kan 12 kelas di dalamnya,” jelasnya.
Artinya, bangunan bertingkat tersebut nantinya dirancang untuk menampung sekitar 12 ruang kelas sekaligus.
Lalu bagaimana dengan eks gudang yang kini dijadikan ruang belajar? Hasanuddin mengatakan, pihaknya akan melihat kembali perencanaan ke depan. Jika masih bisa dimanfaatkan oleh sekolah untuk fungsi lain, maka akan dipertimbangkan. Namun jika tidak, opsi pembongkaran tetap terbuka.
“Kalau gudang itu nanti akan dijadikan apa? Ya nanti kita lihat perencanaannya bagaimana. Kalau pihak sekolah menggunakan untuk apa-apa, kalau tidak ya kita runtuhkan. Tapi semoga bisa dimanfaatkanlah,” tutupnya.
Ia menambahkan, ada pula sarana dan prasarana yang akan dibangun di SMKN 4 Tarakan seperti kantor dan toilet.
(*)
Penulis: Andi Pausiah